Biro AAKK Imbau Mahasiswa Input SKPI di Portal Akademik

Facebook
Twitter
WhatsApp
Kepala Biro AAKK, Dr Yuspiani saat melakukan sosialisasi di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).

Washilah – Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (AAKK) UIN Alauddin Makassar, Dr Yuspiani, imbau Mahasiswa isi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) di Portal Akademik.

Seruan itu dimulai dari mahasiswa angkatan 2016.

Hal tersebut disampaikan Dr Yuspiani saat ditemui di ruang kerjanya, lantai II, Rektorat Kampus II UIN Alauddin Makassar, Selasa (18/01/2021).

“Jadi semua mahasiswa, mulai angkatan 2016 hingga sekarang wajib menginput semua data prestasi akademik maupun non akademik di portal masing-masing,” tuturnya.

Dari keterangan yang diberikan Biro AAKK, SKPI merupakan tuntutan dari Permendikbud No 81 Tahun 2016. Diperkuat dengan peraturan Dirjend Pendis No 3326 Tahun 2019.

SKPI atau Diploma Supplement adalah surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi, berisi informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar.

“Ada dua cara menginput SKPI. Pertama, bisa diinput sendiri oleh mahasiswa. Kedua, diinput oleh jurusan,” tambahnya.

Saat ini telah ada juknis perihal itu dan sedang disosialisasikan kepada mahasiswa.

Menurut Dr Yuspiani, semua alumni perguruan tinggi paling tidak memiliki tiga dokumen penting saat dinyatakan lulus. Memiliki ijazah, transkrip, dan SKPI.

“Ijazah penanda kelulusan, sementara Transkip merupakan nilai prestasi atau pencapaian akademik dan SKPI adalah rekam jejak prestasi selama menjadi mahasiswa dalam kampus,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dr Yuspiani mengungkapkan manfaat dari SKPI tersebut. Menurutnya, SKPI merupakan sebagai dokumen tambahan yang menyatakan kemampuan kerja lulusan, penguasaan pengetahuan, dan sikap atau moral seorang alumnus yang lebih mudah dimengerti baik dari pihak pengguna dalam negeri maupun luar negeri

“SKPI merupakan penjelasan yang objektif dari prestasi dan kompetensi pemegangnya serta meningkatkan kelayakan kerja (employability) terlepas dari kekakuan jenis dan jenjang program studi,” pungkasnya.

Penulis : A. Muh. Rifky Nugraha (Magang)
Editor: Sugiya Selpi R

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami