“Tak Mampu Berhenti” Oleh Amalia Mahfira Ramadhani

Facebook
Twitter
WhatsApp

Kamu, yang entah harus aku sebut apa…
Kesalahan terbesar yang kulakukan, dengan kesadaran penuh selama ini
Adalah aku tak mampu berhenti memikirkanmu

Memikirkan matamu, yang seindah sabanah
Memikirkan caramu bertutur kata, seramah embun pagi

Kutahu cinta, tak selamanya seindah pelangi
Benang kasih yang kita anggap sekokoh tali tembaga
Seringkali hanya, sebatas ilalang

Putus berderai hanya karena beban,
Putus berderai hanya karena beban yang berlainan…

Kutahu, meski beban kita berbeda
Ku tak ingin ada yang putus berderai
Ku kan selalu berumah dalam tubuhmu

Kuhanya ingin karam dan hanyut di dadamu
Diseluruh nafasku, hanya namamu yang tereja
Diseluruh denyut nadiku, hanya kedut namamu yang terbaca.

*Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional (HI) Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) semester IV*

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami