Amfibi Gelar Dialog Publik Tolak Perampasan Tanah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Iustrasi aksi demonstrasi Warga Bara-Barayya tolak penggusuran.
Iustrasi aksi demonstrasi Warga Bara-Barayya tolak penggusuran.

Washilah – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (Amfibi) menggelar dialog publik sebagai bentuk ekspresi menolak perampasan tanah di Kelurahan Bara-baraya. Berlangsung di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Alauddin Makassar. Rabu, (24/03/2021).

Dialog publik ini mengangkat tema “Bara-baraya Menolak Tergusur” dengan menghadirkannarasumber dari komunitas Teman Makassar dan Warga Bara-Baraya.

Simpatisan Bara-Baraya, Hery dalam dialog ia menceritakan awal mula penggusuran terjadi.

“Kasus sengketa lahan Jl. Abu bakar Lambogo, Kelurahan Bara-baraya yang diklaim oleh Kodam XIV Hasanuddin sejak akhir Desember 2016 hingga pada tanggal 20 Februari 2017, perintah pengosongan tanah kepada masyarakat Bara-Baraya telah beredar kasus penggusuran kemudian bergulir sejak 21 Agustus 2017,” jelasnya.

Ia juga mengatakan warga Bara-baraya pernah menang sebanyak tiga kali atas kasus ini.

“Sengketa Lahan kampung Bara-Baraya telah menang dalam pengadilan sebanyak tiga kali, dua kali pada tingkat Pengadilan Negeri Makassar dan satu kali pada tingkat Pengadilan Tinggi Makassar. Namun, pada tanggal 9 September 2020, Pengadilan Tinggi Makassar mengeluarkan putusan yang berbeda dengan putusan Pengadilan Tinggi sebelumnya,” ujarnya.

Salah satu anggota AMFIBI, Fajri mengatakan dialog ini sebagai perluasan fasilitas isu penggusuran Bara-baraya.

“Sebenarnya kemarin dibicarakan bersama teman-teman terkait Fasilitasi perluasan isu untuk warga Bara-Baraya untuk bergabung, didengar apa yang disampaikan tadi itu kasus ini memang berat, dan kalau mau diliat bukan kurang cuman hanya beberapa yang terlibat jadi teman teman mau bangun basis lagi,” akunya.

 

Penulis : Nurlia (Magang)

Editor : Ulfa Rizkia Apriliyani

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami