Demonstrasi Hari Tani, Satu Mahasiswa UIN Alami Luka Sobek di Pelipis

Facebook
Twitter
WhatsApp

Washilah – Ratusan mahasiswa berbagai elemen di Kota Makassar melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Kamis (24/09/2020).

Mahasiswa UIN Alauddin Makassar yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Makassar (Geram) menuntut “Reforma Agraria Sejati dan Tolak Omnibus Law”.

Demonstrasi berujung ricuh. Beberapa massa aksi ditangkap, diseret, dan dipukuli oleh aparat kepolisian.

Salah satu mahasiswa UIN, Ical dipukuli pada bagian pelipis kanannya menggunakan senapan gas air mata oleh aparat kepolisian.

Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U) saat ditanya mengenai salah satu mahasiswa UIN yang direpresif membenarkan hal tersebut.

“Iya, ada salah satu kawan yang mengalami tindakan represif dari aparat. Hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit,” ucapnya.

Menurut keterangan dari korban, Ical saat suasana mulai ricuh, mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) ini menghalangi aparat untuk mengejar dan memukuli massa aksi. Namun aparat berbalik memukuli korban.

“Waktu itu keadaan sudah kacau, beberapa teman-teman ditangkap dan dipukuli. Saya menghalangi aparat untuk mengejar beberapa kawan. Tiba-tiba salah seorang aparat melayangkan senapan gas air mata ke pelipis kananku,” ungkapnya pada Reporter Washilah setelah mendapat perawatan di Rumah Sakit Ibnu Sina.

Akibatnya, korban dilarikan ke Rumah Sakit dan mendapatkan tujuh jahitan di pelipis kanannya.

Penulis : Arya Nur Prianugraha

Editor : Rahma Indah

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami