Tuntutan Dema UIN Alauddin: Potong UKT dan Berikan Subsidi Kuota

Facebook
Twitter
WhatsApp
Spanduk bertuliskan “UKT Membunuh, Mahasiswa Melarat, Rektor UINAM diam,".

Washilah – Puluhan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar menggelar aksi bisu di depan Kampus II UIN, Jalan H M Yasin Limpo, Samata Kabupaten Gowa, Jumat (05/06/2020) siang.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “UKT Membunuh, Mahasiswa Melarat, Rektor UINAM diam,”. Aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap tidak adanya kebijakan yang pro dengan Mahasiswa.

Diketahui, Menteri Agama RI melalui Plt. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) mengeluarkan surat edaran bernomor No. B- 752/DJ.I/HM.00/04/2020 tentang pengurangan UKT/SPP PTKIN akibat Pandemic Covid-19 tertanggal 6 april yang menyatakan bahwa akan ada pengurangan/diskon minimal 10% dari
UKT/SPP.

Namun beberapa hari berlalu, Surat Edaran tersebut tidak berlaku setelah muncul surat edaran No.B-802/DJ.I/PP.00.9/04/2020 yang berisikan tentang pembatalan pemotongan UKT/SPP karena alasan adanya pengurangan anggaran dan penyesuaian belanja Kementerian yang menginstruksikan kepada pimpinan PTKIN untuk tetap menerapkan kebijakan dan ketentuan UKT sebagaimana telah diatur KMA yang berlaku dan mencabut surat Dirjen tentang pemotongan UKT dimasa Pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Mahasiswa Universitas (Dema U) UIN Alauddin Makassar Ahmad Aidil Fahri menjelaskan, Lembaga KemahasiswaanTam telah melayankan berbagai tuntutan kepada Rektor.

“Beberapa kali kami dari lembaga kemahasiswaan melakukan tuntutan berbeda beda dan membuat tuntutan menumpuk, itulah yang membuktikan kenapa tuntutan ini menumpuk karena kinerja dari pada Rektor yang seakan akan diam melihat situasi atau masalah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dema Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Saidiman mengatakan, hadirnya aksi ini karena tak menuai respon dari pihak rektorat.

“Beberapa kali lembaga kemahasiswaan untuk menyurat, sampai dua kali teman teman menyurat tidak ada respon dari pimpinan. Maka Dema Sejajaran berinisiatif untuk lakukan aksi bisu, harapannya tadi kita supaya surat tuntutan yang kita layangkan itu langsung bisa diterimah oleh Rektor,” katanya.

Dalam aksi tersebut mahasiswa kembali membawa surat kepada Rektor tapi, kehadiran Prof Hamdan Juhannis tidak terlihat di lokasi.

Aksi hanya di hadiri Wakil Dekan (WD) III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Ilmu Politik, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kedokteran, dan Fakultas Syariah dan Hukum. Sebagai perantara dalam menyampaikan surat.

Sempat menuai penolakan untuk masuk dan memberikan langsung surat tuntutan, mahasiswa melakukan negosiasi kepada WD dan Sekuriti sampai akhirnya surat itu diterima langsung oleh WD III Fakultas Syariah dan Hukum Dr Muhammad Saleh Ridwan.

Penulis: Reza Nur Syarika

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami