Tolak Penetapan Pengurangan UKT, Al Maun Lakukan Aksi Bakar SK Rektor

Facebook
Twitter
WhatsApp
Aksi penolakan yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar (Al Maun) sebagai bentuk penolakan terhadap Surat Keputusan (SK) Rektor tentang penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT), aksi ini dilakukan di jalan Sultan Alauddin depan Kampus I UIN Alauddin Makassar, Jumat (26/6/2020).

Washilah – Mahasiswa UIN Alauddin melakukan aksi penolakan terhadap Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Rektor No. 491 tentang keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Aksi penolakan tersebut dilakukan di jalan Sultan Alauddin depan Kampus I UIN Alauddin, Jumat (26/6/2020).

Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar (Al Maun) melawan takdir dengan cara membakar SK sebagai bentuk penolakan. Tak menunggu lama, Al Maun merespon SK yang baru saja dikeluarkan kemarin (25/6).

Selain melakukan aksi penolakan, Al Maun juga menuntut pimpinan kampus untuk melakukan klarifikasi atas penetapan pemotongan UKT di semester ini hanya 10 persen.

Pada aksi kali ini, mahasiswa membacakan pernyataan sikap yang dipimpin oleh Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U) Ahmad Aidil Fahri. Dalam pernyataan tersebut tertulis aliansi mahasiswa menolak dan menuntut pimpinan untuk membuka forum audiensi.

“Kami Aliansi UIN Alauddin Makassar (Al Maun) melawan takdir, menyatakan sikap menolak SK No. 491 yang dikeluarkan oleh pimpinan UIN Alauddin dan menuntut pimpinan untuk membuka forum audiensi segera mungkin kepada mahasiswa untuk menentukan kebijakan kepada mahasiswa di masa pandemi,” ucap ketua Dema-U saat membacakan surat pernyataan.

Setelah membacakan pernyataan sikap, mahasiswa melakukan pembakaran SK Rektor sebagai simbol penolakan keputusan yang dianggap tidak pro terhadap mahasiswa.

Yoyo sapaan akrab Ketua Dema-U mengatakan bahwa aksi ini adalah respon atas kebijakan yang tidak rasional.

“Aksi tadi itu adalah respon dari kami lembaga kemahasiswaan atas penolakan terkait SK No. 491 yang kami nilai tidak rasional dan tidak sesuai yang kami harapkan,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya mengharapkan agar pimpinan mengkaji kembali SK Rektor tersebut.

“Suatu kewajaran atas tuntutan kawan-kawan, SK yang dikeluarkan oleh pimpinan universitas terutama diskon UKT-BKT yang hanya 10 persen dengan beberapa syarat dan ketentuan, menjadi sorotan mahasiswa terkhusus UIN Alauddin Makassar dalam aksi tadi. Persoalan Covid-19 tentu sangat berefek terhadap ekonomi orang tua mahasiswa, diharapkan pimpinan mengkaji ulang atas SK yang dikeluarkan,” tutupnya.

Penulis: Reza Nur Syakira 
Editor: Rahmania

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami