Meraih Berkah Bulan Ramadan Di Tengah Pandemi Covid-19

Facebook
Twitter
WhatsApp

Oleh: Sri Wulandary

Ramadan adalah bulan yang suci dan penuh berkah bagi umat Islam diseluruh penjuru dunia. Pada bulan ini seluruh umat muslim akan berusaha untuk menggapai keberkahan yang ada didalamnya. Setiap umat muslim akan mempergunakan setiap detik waktunya untuk lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta. Bulan Ramadan dipenuhi dengan berkah yang melimpah, setiap amalan baik akan mendapat pahala yang berlipat ganda, dan Allah akan memberikan ampunan bagi setiap ummatnya. Maka dari itu bulan Ramadan dipergunakan untuk memohon ampun sebanyak-banyaknya kepada Allah atas dosa-dosa yang telah kita perbuat.

Pada bulan Ramadan ada suatu kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap umat muslim, yaitu berpuasa di bulan suci Ramadan. Puasa Ramadan masuk kedalam rukun islam dan merupakan ibadah utama yang dilakukan harus dilakukan. Banyak ganjaran yang akan didapatkan oleh setiap umat muslim apabila berpuasa di bulan Ramadan. Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan secara ikhlas lillahi ta’ala, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW “barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan mengharap ridho dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Berpuasa bukan hanya persoalan menahan lapar dan haus saja, tetapi bagaimana belajar untuk menahan hawa nafsu dan amarah pada diri. Bagaiman kita belajar agar lebih sabar dalam menghadapi cobaan dalam hidup. Berpuasa juga diibaratkan sebagai perisai bagi umat muslim, dimana puasa dapat membentengi diri untuk tidak melakukan perbuatan yang buruk. Menahan lisan agar tidak berkata yang buruk.

Begitu banyak keistimewaan yang terdapat di dalam bulan Ramadan salah satunya yaitu dibukanya semua pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka serta dibelenggunya seluruh setan-setan. Mulianya bulan ini sehingga sangat dinantikan oleh seluruh umat muslim. Selain itu keistimewaan lain dari bulan ramadan adalah terdapatnya malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Malam ini disebut dengan malam Lailatul Qadar atau malam diturunkannya Al-quran. sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Baqarah ayat 185 yang artinya:

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al-Baqarah: 185).

Al-quran diturunkan pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan. Bahkan malam Lailatul Qadar di ibaratkan lebih baik dari seribu bulan. Pada malam ini umat muslim akan berbondong-bondong ke masjid dan melakukan I’tikaf untuk mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar.

Namun Ramadan tahun ini akan berbeda dari Ramadan yang pernah kita laksanakan sebelumnya. Dikarenakan Ramadan tahun ini kita dihadapkan dengan situasi darurat, pandemi virus Corona. Virus ini mengharuskan kita untuk tetap stay at home dan menjaga jarak dengan orang lain. Akibat virus ini kita tidak bisa lagi merasakan kebersamaan dalam melaksanakan salat tarawih berjamaah di masjid, berbuka puasa bersama dengan teman-teman, dan bagi yang tinggal dikota mereka tidak bisa berkumpul bersama keluarga dikarenakan larangan mudik dari pemerintah. Adanya ancaman dari pandemi ini tidak boleh menyurutkan semangat kita dalam melaksanakan ibadah dibulan Ramadan. Justru dengan adanya virus ini kita harus bisa melakukan muhasabah diri untuk lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada sang pencipta. Di momen inilah kita harus bisa merubah perilaku buruk menjadi perilaku yang lebih baik lagi.

Dengan datangnya pandemi virus Corona, kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran bahwa sesungguhnya semua alat teknologi ciptaan akal manusia tidak akan bisa diandalkan jika bukan karena kehendak dari Allah. Hikmah dari virus ini dapat membuat orang-orang tergerak untuk mengulurkan bantuan. Di bulan Ramadan ini bisa dimanfaatkan sebagai momentum untuk bersedekah dan berbagi terhadap sesama. Dimana Islam sangat menganjurkan umatnya untuk bersedekah apalagi di bulan yang penuh berkah ini. Bersedekah dapat memberikan syafaat kepada kita di hari akhir kelak, selain itu Allah juga menjanjikan bahwa terdapat pintu khusus bagi setiap umatnya yang rajin bersedekah. Islam menganjurkan kita bersedekah untuk memberikan keberkahan didalam harta yang kita miliki. Sebagai seorang muslim yang menginginkan keberkahan bulan Ramadan, kita harusnya bisa mengambil hikmah dan pelajaran disetiap keadaan.

Untuk meraih keberkahan bulan Ramadan di tengah pandemi Covid-19 dapat dilakukan dengan mempersiapkan program-program atau target apa saja yang ingin dicapai. Dengan adanya target kita bisa melaui Ramadan tahun ini dengan penuh keberkahan dan mendapat hikmah didalamnya. Di masa pandemi ini, dimana kita harus melaksanakan segala sesuatunya dari rumah, tidak berarti akan mengurangi kegiatan amal saleh kita. Momen di rumah aja bisa kita gunakan untuk membaca dan mengkaji Al-quran secara rutin. Selain itu untuk menambah wawasan, kita bisa mengikuti kajian online yang banyak diadakan oleh berbagai lembaga dakwah. Hal ini dilakukan untuk mengisi rohani kita selama bulan Ramadan karena yang membutuhkan makanan bukan hanya jasmani kita saja, tetapi rohani juga sangat perlu untuk mendapatkan asupan.

Momen Ramadan adalah waktunya semua umat muslim untuk menempa diri dan berlomba-lomba meraih pahala. Sehingga semestinya ajakan untuk mengkaji Islam dan mengamalkannya akan mendapatkan respon lebih cepat. Di bulan ini umat muslim sedang giat dan semangat mendekat pada Allah SWT. Mereka berharap mendapat rahmat dan ampunan-Nya. Padahal itu semua hanya akan diraih ketika amal berkesesuaian dengan syariat Islam. Oleh sebab itu mari kita memperbaiki niat bahwa ibadah yang kita lakukan semata-mata hanya untuk Allah.

*Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), semester VI.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami