Bentuk Karakter Santri Melalui Mukhayyam Alquran

Facebook
Twitter
WhatsApp
Suasana saat kegiatan Mukhayyam Alquran yang diselanggarakan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran Al-Imam Ashim Makassar bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UIN Alauddin Makassar, berlangsung di Baruga Benteng Somba Opu Kecamatan Barombong, Sabtu (11/1/2020).

Washilah – Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Quran Al-Imam Ashim Makassar bekerja sama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan Mukhayyam Alquran. Berlangsung di Baruga Benteng Somba Opu Kecamatan Barombong, Sabtu (11/1/2020).

Pimpinan Ponpes Tahfidzul Quran Al-Imam Ashim, Ustadz Syam Amir Yunus menjelaskan tujuan kegiatan tersebut untuk memberikan pengetahuan tambahan dan untuk membentuk karakter para santri.

“Jadi santri Ponpes Al-Imam Ashim kan kesehariannya itu memang banyak program menghafal alquran dan sekolah. Jadi di pesantren itu memang diajarkan nilai-nilai kesederhanaan, kedisiplinan, kemandirian, menjadi pemimpin. Saya kira dengan Mukhayyam Alquran ini bisa membuat mereka tambah semangat untuk membentuk karakter mereka menjadi lebih baik,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut juga dapat menjadi ajang sosialisasi agar Ponpes Al-Imam Ashim Makassar lebih dikenal oleh masyarakat.

“Kita berharap pesantren ini lebih-lebih dikenal masyarakat bahwa pesantren Al-Imam Ashim itu tidak hanya mengajarkan alquran, tetapi kegiatan-kegaitan ekstra juga sudah diajarkan dan lebih kepada syiar juga,” harapnya.

Pembina Pramuka UIN Alauddin Makassar, Dr Fatmawati M Ag dalam arahannya mengatakan kegiatan ini sengaja mengambil nama Mukhayyam Alquran agar para santri penghafal ini memahami cara lain untuk lebih dekat dengan alquran.

“Mukhayyam Alquran ini kita berkemah dengan nuansa alquran. Berkemah dengan alquran artinya kegiatan-kegiatan kepramukaan yang dilakukan senantiasa merujuk pada alquran, sebagaimana basic pesantren Tahfidzul Quran Al Imam Ashim,” ujarnya.

Fatmawati yang juga Ketua Prodi Ilmu Falak, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar memberi contoh kegiatan kepramukaan yang merujuk pada alquran.

“Contohnya pemberian nama regu penggalang dengan mengambil nama-nama hewan yang disebutkan dalam alquran. Kita berikan nama seperti An Naml (semut), Al-Nahl (lebah), al-Jamal (Kuda), al-Fiil (gajah). Mereka belajar memahami, mengapa alquran menyebutkan hewan tersebut dalam alquran, apa kelebihan dan kekurangannya untuk dijadikan pelajaran hidup bagi manusia,” jelasnya.

Selain itu, ia juga berharap para pembina dari Ponpes Tahfidz Quran Al-Imam Ashim turut mengontrol langsung kegiatan tersebut.

“Saya juga berharap kakak pembina standby mengontrol dan melihat apa yang kurang dan bisa mengkomunikasikan dengan kami,” harapnya.

Ustadz Syam Amir menambahkan kegiatan tersebut sengaja melibatkan Pramuka UIN Alauddin Makassar karena menurutnya Ponpes yang ia pimpin merupakan binaan dari pramuka yang dikenal sebagai kampus hijau tersebut.

“Kan memang sebetulnya kita memang dibimbing oleh Pramuka UIN Alauddin Makassar dari beberapa bulan yang lalu dan memang yang memulai kegiatan kepramukaan di pesantren itu adalah UIN Alauddin,” tambahnya.

Citizen Report: Dedi Junaedi
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami