Demonstrasi Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Berakhir Ricuh

Facebook
Twitter
WhatsApp
Terjadi tindakan refpresif yang dilakukan oleh salah satu oknum keamanan kampus kepada peserta aksi. Jumat (06/09/2019).

Washilah – Terjadi aksi demonstrasi dari Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar. Terkait, tiga tuntutan salah satunya yakni menuntut kepada Sekjen Kementerian Agama RI untuk melakukan dialog terbuka dengan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar di Kampus II, namun berujung ricuh. Berlangsung di depan Rektorat. Jumat (6/09/2019).

Aksi ini dipimpin langsung oleh Edi Setriawan yang merupakan Koordinator Lapangan (Korlap) dengan dalih membawa selembaran yang di dalamnya ada tiga tuntutan kepada pihak pimpinam kampus.

Namun, seiring berjalannya aksi demonatrasi tersebut. Terjadi beberapa tindakan refpresif yang dilakukan oleh salah satu oknum keamanan kampus. Tidak hanya itu, di ujung aksi demonstrasi oknum tersebut juga menyerang salah satu anggota UKM LIMA yang merupakan lembaga pers kampus di UIN Alauddin Makassar.

Dalam komunikasi dengan Korlap, ia mengatakan tindakan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja.

“Ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, perlakuan refresif terhadap teman-teman mahasiswa yang berlagsung tadi sore kita semua mengecam tindakan itu dan seharusnya tidak di lakukan oleh pihak keamanan kampus. Karena kita semua hanya ingin meminta secara baik-baik pihak kampus menerima tuntutan,” terangnya.

Lanjut, ia juga menyampaikan tujuan mereka mengadakan aksi demonstrasi, hanyalah ingin meminta transparansi dari pihak pimpinan kampus.

“Kita cuman mau PMA 68 ini di cabut karena sangat tidak demokratis tata cara pelaksanaannya, dan kita semua selaku mahasiswa UIN Alauddin Makassar ingin melihat pimpinan kampus melaksanakan amanah yang telah di atur di Statuta UIN Alauddin Makassar tahun 2014 yang menegaskan persoalan transparansi pemilihan dekan, agar kita semua yang ada di kampus tidak penuh dengan kecurigaan- kecurigaan,” tutupnya.

Komandan Keamanan UIN Alauddin Makasaar, Syarif mengungkapkan klarifikasinya soal kejadian tersebut.

“Hanya salah paham, orang-orang tidak paham tentang dunia kampus, dan juga tidak ada intruksi yang memicu, itu tadi kejadian pegawai yang turun memancing situasi,” bebernya.

Salah satu orator saat aksi demonstrasi juga menyampaikan, aksi yang mereka adakan hari ini hanyalah aksi prakondisi yang selanjutnya akan kembali dilakukan setelah mengadakan evaluasi terkait aksi yang baru saja mereka lakukan.

Penulis: Ardiansyah Safnas
Editor: Dwinta Novelia

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami