Melalui Dialog, Himapol UIN Alauddin Ajak Mahasiswa Tidak Golput Pada 17 April 2019

Empat Pembicara Dialog Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) UIN Alauddin Makassar menggelar Dialog berlangsung.

Washilah – Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (Himapol) Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Politik (FUFP) UIN Alauddin Makassar menggelar Dialog, bertajuk “Fanatisme, dan Apatisme Masyarakat Demokrasi; Apakah Golongan Putih (Golput) Ancaman Demokrasi?”.

Dialog ini mengajak mahasiswa atau pemilih pemula tidak golput pada 17 April mendatang, berlangsung di Lecture Teather (LT) FUFP, Selasa (09/04/2019).

Kegiatan ini menghadirkan empat pembicara yakni Pengamat Politik Sulsel yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Bosowa Arif Wicaksono, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa Muchtar Muis, Komisioner Bawaslu Kabupaten Gowa Juanto Avol dan  Kasatreskrim Polres Gowa Ibnu Wili Sulistio mewakili Kapolres Gowa.

Menurut Arif Wicaksono, alasan memilih Golput di kalangan masyarakat hari ini adalah adanya kemarahan dan ketidakpuasan dengan calon yang tersedia, dan ketidakpercayaan kepada sistem politik yang koruptor.

Sementara, Muchtar Muis, lebih menjelaskan bahwa Hak Politik diatur dalam UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM) pasal 23 ayat (1) berbunyi  “Setiap orang bebas untuk memilih dan mempunyai keyakinan politiknya”.

Sedangkan Juanto Avol menjawab tema tersebut, ia mengatakan bahwa selama pemilih masih mayoritas maka golput bukan ancaman. “UU telah mengatur bahwa siapapun yang menyerukan golput maka akan dikenakan hukuman, hal itu diatur dalam UU Pemilu tahun 2017 pasal 515 dan 513,” jelasnya.

Penulis : Eka Ramdani

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*