Foto: Cabut SK Skorsing!, Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar Terus Gelar Aksi

Advertisement

Hari kedua gelar aksi puluhan Mahasiswa UIN Alauddin Makassar, yang tergabung dalam Tolak Surat Keterangan (SK) Skorsing terhadap sejumlah mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi terus mendesak pihak rektor untuk segera mencabut SK Skorsing di depan Rektorat. Rabu (24/04/2019).

Berdasarkan keputusan Komisi Penegakan Kode Etik (KPKE) terdapat 19 jumlah mahasiswa dari kedua fakultas FSH dan FDK yang mendapat SK Skorsing akibat aksi tawuran, diantaranya 6 Mahasiswa FDK, 13 Mahasiswa FSH. Hal ini membuat salah satu perwakilan korban Herianto mempertanyakan kepada pimpinan birokrasi selaku Ayah di kampus mengenai mengapa dirinya mesti di skorsing padahal ia sudah dipidanakan.
Senada yang disampaikan oleh M.Alam Selaku korban mengenai prosedur atau regulasi keluarnya SK Skorsing, menurutnya harusnya SK keluar apabila 3 kali pemanggilan. Lebih lanjut Ia menanyakan regulasi atau prosedur KPKE dalam pengambilan keputusan.
Menjelang akhir jabatan Prof Musafir Pababbari menanggapi sejumlah orasi dari perwakilan mahasiswa, menurutnya soal tindak pidana ia tidak mencampuri dan menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian. Ia menambahkan soal skorsing menurutnya itu sudah sesuai dengan prosedur yang dilakukan KPKE.


Foto dan teks: Ardi

Advertisement

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*