‘Selamat Natal,’ Manifestasi Keberagaman

Facebook
Twitter
WhatsApp

Oleh : Ahmad Al Qadri

Perayaan hari kelahiran Isa Almasih yang dilakukan oleh agama kristen pada tanggal 25 desember 2018 akhir-akhir ini begitu menarik perhatian, pasalnya, tak sedikit kaum muslim yang mengucapkan selamat natal kepada saudara sebangsanya, dan itu memicu polemik akhir-akhir ini.

Sejumlah tokoh agama mengaku tak sepakat dengan ucapan tersebut, sebab hal itu merujuk kepada hadist riwayat Abu Daud, berangkat dari sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia digolongkan sebagai kaum tersebut.”

Berbeda, tak sedikit pula tokoh agama maupun tokoh nasional yang menyepakati ucapan natal, Quraish Shihab salah satunya, Ayahanda dari Najwa Shihab ini menegaskan tak ada ukuran keimanan seseorang dengan ucapan lisannya.

Artinya, seseorang tak boleh menyimpulkan apakah kafir ataupun syirik bagi mereka yang mengucapkan natal kepada saudara sebangsanya.

Dalam sebuah acara, seorang tokoh yang juga cukup berpengaruh, Emha Ainun Najib atau Cak Nun dengan tegas mengungkapkan bahwa kafir merupakan hak prerogatif dari Tuhan. Bahkan untuk ukuran keimanan, Cak Nun tidak berani mengatakan bahwa dirinya beriman.

Penilaian sederhananya, bahwa sebagai saudara sebangsa, patutlah sekiranya memberikan kenyamanan dan ketenangan dalam menjalankan agama masing-masing. Ini erat kaitannya dengan kerukunan.

Sebagai penegas, Quraish Shihab mengatakan bahwa rupanya ucapan pertama kali ‘Selamat Natal’ adalah Nabi Isa sendiri. hal itu berlandaskan pada salah satu ayat dari surah maryam ayat 33 yang berbunyi ‘Salam sejahtera untukku pada hari meninggal dan aku dibangkitkan.’

Ini penilaian sederhana, kita berhak bersuara dengan segala bentuk persepsi. Saya menilainya, ini adalah manifesto keberagaman berbangsa dan bertanah air. Sekali lagi, saya adalah penganut paham pluralistik yang saya adopsi dari tokoh bangsa, Gus Dur.

*Penulis merupakan alumni Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami