Mengusut Kasus Bentrok, Rektor UIN Alauddin Bentuk Dua Tim Investigasi 

Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Musafir Pababbari (tengah) saat mengklarifikasi putusan kebijakan terkait bentrok Mahasiswa FSH dan FDK dalam Konferensi Pers di gedung rektorat lantai I. Rabu (24/10/2018)

Washilah – UIN Alauddin Makassar mengadakan konferensi pers terkait putusan kebijakan bentrok yang terjadi antara mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), di gedung Rektorat lantai I. Rabu (24/10/2018)

Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Musafir Pababbari menyatakan telah dibentuk dua tim dalam penyidikan untuk pencarian tersangka.

“Tim pertama adalah tim investigasi internal yang di ketuai oleh Prof Aisyah, akan menghimpun data-data, menganalisis dan menyimpulkannya dan tim kedua adalah tim investigasi Kapolres yang akan mengusut tuntas dalang dan motif dari adanya bentrok tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, Ia menambahkan simpulan tim investigasi internal akan diserahkan ke Komite Penegakan Kode Etik (KPKE) dan akan menerima apapun keputusannya terhadap mahasiswa.

Sementara itu, Wakapolres Gowa, Kompol Muhammad Fajri mengungkapkan akan diberikan sanksi berat terhadap tersangka.

“Hukuman akan diberikan sesuai pasal 170 ayat 1 yaitu dengan pidana paling lama 5 tahun 6 bulan,” tegasnya.

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Perencanaan Keuangan, Prof Lomba Sultan mengatakan dosen, karyawan, dan staf yang terlibat akan dikenakan sanksi.

“Sanksinya tergantung tingkat keberatan perlakuannya. Jika ringan, maka masih berupa peneguran. Jika sedang maka jabatannya akan diturunkan, dan jika berat maka akan dipecat,” ucapnya.

Penulis : Indah Amaliah (magang)
Editor : St Nirmalasari

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*