“Hidup Si Wujud Tak Terawat” Oleh Viviana Basri

Internet
Jalan sudah menjadi rumah.
Teriknya surya sudah menjadi teman.
Yah, teman yang membakar.
Dan menusuk wujud tak terawat.
Saat gelap berlabuh.
Purnama seolah benderang.
Mengiring sederet langkah.
Demi sehelai rupiah.
Sampah pun menjadi kawan.
Sumber terbaik dari yang terbaik.
Menggarap dengan hati yang tabah.
Tak apa, tak  ada yang peduli.
Tak masalah dipandang hina.
Melangkah saja .
Asal tujuan bisa digenggam.
Yaitu sesuap nasi untuk sanak keluarga
Tak banyak suara.
Cukup begini saja.
Dengan hidup layak yang bersua.
Berdampingan dengan kejujuran.
*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Teknik Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi (FST) semester IV

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*