Dema FEBI Galang Dana Untuk Camaba, Ditegur Dosen

Salah seorang peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) memasukkan sumbangan ke kotak donasi di gedung FEBI Kampus II. Selasa (22/05/2018)

Washilah – Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) mengumpulkan donasi untuk calon mahasiswa baru (Camaba) yang tidak bisa membayar Uang Kuliah Tunggal/Biaya Kuliah Tunggal (UKT/BKT). Penggalangan dana dilakukan dengan meminta sumbangan sukarela dari civitas akademika dan peserta Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UMPTKIN) di halaman gedung FEBI. Samata, (22/05/2018).

Disela-sela penggalangan dana salah satu civitas academica FEBI menghampiri pengurus Dema yang sedang mengumpulkan donasi.

“Kalo tidak ada uangnya nda usah kuliah, nda ada begitu begitu” ungkap mahasiswa angkatan 2014 jurusan akuntansi ini, menirukan ucapan oknum dosen tersebut.

Sebelumnya, Penggalangan dana dilakukan menyusul informasi yang didapatkan pengurus Dema FEBI bahwa salah seorang camaba yang lulus jalur undangan terancam tidak bisa melanjutkan registrasi di jurusan yang diinginkannya.

“Salah seorang camaba terancam tidak melanjutkan registrasi, baru baru ini juga dia berduka, toh rata-rata penghasilan orang tuanya juga Rp. 500.000/ bulan tapi UKTnya kategori III (Rp 2.500.000), makanya kami inisiasi untuk adakan penggalangan dana” ungkap Ketua umum Dema FEBI, Ach Faras Bukhari yang terjun langsung melakukan galang dana.

Saat dikonfirmasi Faras mengaku heran dengan celetukan dosen tersebut “beliau sudah tidak menyumbang, malah menghalangi orang lain yang ingin membantu menyumbang” tambahnya.

Penulis : Agung Solihin

Editor: St Nirmalasari

2 Komentar

  1. Assalamualaikum wr. Wb
    Saya mau complain apa yg menjadi tanggapannya atau pernyataan beliau.
    ” kalau tidak ada uangnya jangan kuliah”
    Mohon maaf sebelumnya. Ini bukan tdka adanya uang. Semua org atau keluarga pasti mempunyaii simpanan walau sedijit. Yg jadi titik masalah disni. Mengapa harus ada ukt bkt? Kenpaa harus bayar pendidikan? Yg kesulitan bisa sajabkuliah jika tidak ditekankan dengan ukt bkt. Jika harus mnggunakan sistem ukt bkt kenapa tidak diseleksi mana yg pantas di bagian kategori ini. Banyak yang ingin kuliah namun, keuangan yg menipis. Apakah para dermawan, para atasan lain tidak memikirkan nasib mereka? Mereka yang ingin kuliah. Punya tujuan. Dan secara langsung kalian yg mempersulit dengan ukt bkt menggagalkan untuk mencapai tujuannya. Seperti hadis saling tolong menolonglah kalian wahai kaum islam. Bukan saling menjatuhkan. Katanya ingin anak cerdas, agar bangsa kita aman. Tapi, nyatanya kalian para atasan hanyaa memandang rendah kepada yg kesulitan.
    Seharusnya kata itu tdk perlu trtlontar di mulut org yg sudah berpendidikan tinggi. Memalukan untuk kami para mahasiswa atau mahasiswi.
    Coba lakukan tindakan dengan berita ini.
    Jangan diam saja sampai menghilang berita ini.
    Tanpa mahasiswa atau mahasiswi Dosen tidak ada apa”nnyaa

  2. sekarang tdak ada lagi namanya tes wawancara , di jadwal ada tapi sepertinya universitas sengaja menghilangkan agar biaya ukt camaba bisa dimanipulasi universitas..inilah yang perlu kita pertanyakan kpada pihak2 yang terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*