Puisi “Sang Pencumbu Kata” Oleh Emiliana

Facebook
Twitter
WhatsApp
Ilistrasi | Astralife

Dirinya selalu membuat tulisan.
Bergelut dengan majas dan diksi.
Mencipta sajak bernada sunyi.
Menggambar emosi dengan syair-syair indah.
Membuat senyum lebih merekah.
Dan bahkan hanya dia yang sanggup menafsirkannya.

Mencumbui kata disetiap hari.
Menjelang ayam berkokok dan adzan berkumandang.
Tenggelam dalam setiap kata yang diketiknya.
Hanya si gepeng canggih menjadi teman setia.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester III

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami