Washilah– Berbeda dengan fakultas lainnya, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar, menggelar penyambutan mahasiswa baru (PMB) dengan cara yang berbeda. Jumat (02/9/2016)
Wakil Dekan Bidang kemahasiswaan yang juga Ketua Panitia PMB ini menghimbau, bahwa senior yang bukan panitia (tanpa ID Card) dilarang terlibat dalam pelaksanaan PMB. Menyambut Mahasiswa Baru (Maba) harus dengan cara yang terdidik, bukan kekerasan.
“Kali ini sangat berbeda, mahasiswa yang tidak memiliki ID Card dilarang menyentuh Mahasiswa Baru (Maba). Kan biasanya mahasiswa yang menganggap dirinya senior, kadang mengkader juniornya secara tidak wajar. Hal ini kita lakukan agar PMB berjalan dengan tertib,” ungkap Nursyamsiah.
Lebih jauh, ia menambahkan mengenalkan civitas akademika, mengajarkan kedisiplinan, menghargai senior yang lebih dahulu mengenal dunia kampus merupakan suatu hal yang mendidik.
“Fakultas dengan jumlah terbanyak kedua dari delapan fakultas di UIN, dan terdaftarnya nama di universitas menandakan mahasiswa berhak memenuhi hak dan kewajibannya di Kampus,” lanjutnya
Selain itu, FDK menyediakan tenda Tagana (khusus tim medis), yang bertujuan untuk siaga adanya Maba yang sakit atau pingsan dan perlu penanganan secara cepat.
Meski ada pungutan biaya bagi Maba oleh panitia pelaksana. Namun, itu tidak serta merta merugikan mahasiswa. Pasalnya, biaya yang tidak menyentuh angka 50 ribu ini, diperuntukkan buat makan siang selama dua hari, dapat slayer dan pita, serta sapu dan lainya.
Penulis: Sri Yusnidar
Editor: Fadhilah Azis