Debat, Butuh Nyali dan Wawasan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Suasana debat intelektual yang diadakan oleh HMJ Ilmu Komunikasi, kegatan ini diikuti oleh empat universitas yang ada di Makassar di Lecture Teather FDK. Kamis (14/04/2016)
Washilah–Bukan debat jika tak berseteru pendapat, seperti yang dialami mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Universitas Satria saat mengikuti acara debat yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu KomunikasiĀ  dan berlangsung selama tiga hari di Lecture Teather (LT) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK). Kamis (14/4/2016)
Perdebatan mengenai monopoli media menuai Pro dan Kontra. Dimana tim UMI berada pada posisi kontra dan Universitas Satria di posisi Pro. Tentunya sebelum berdebat pasti membutuhkan beberapa waktu untuk menyiapkan mental dan wawasan yang luas.

Salah satu peserta debat dari UMI Aminan Harmuallim mengaku persiapan yang dilakukan hanya kajian sekali, yaitu sehari sebelum tampil. “langkah awal mengikuti debat ini adalah mandat dari senior, persiapannya pun hanya kajian sehari sebelum tampil. Tapi yang paling penting adalah persiapan mental,” tuturnya pada Washilah.

Tim Univetsitas Satria mengatakan, dalam debat kali ini mereka tidak memprioritaskan menang kalah, melainkan melatih diri dalam berbicara di depan umum. Debat pula merupakan ilmu komunikasi yang perlu dipelajari dan dikembangkan.

Penulis: Sri Yusnidar
Editor: Fadhilah Azis

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami