Gandrang Bulo Pukau Peserta Rapimnas FSLDK se-Indonesia

Facebook
Twitter
WhatsApp
Komunitas Seni Adab menampilkan tarian Gandrang bulo dalam Grand Opening Rapimnas II. Tarian tersebut menjadi pembuka kegiatan yang diselenggarakan oleh UKM LDK Al-Jami’ UIN Alauddin Makassar.  Kamis (19/02/2016)
Washilah—Komunitas Seni Adab (Kissa) yang dibawakan oleh Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniorra (FAH) memukau penonton dalam Grand Opening Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II dengan menampilkan tarian Gandrang Bulo. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Al-Jami’ UIN Alauddin Makassar  selaku tuan rumah pada cara ini bertempat di Gedung Auditorium UIN Alauddin Makassar. Kamis (19/02/2016)

Gandrang artinya gendang atau tabuan dan bulo artinya bambu. Tarian ini berasal dari daerah Bugis-Makassar yang bertujuan mengejek para penjajah yang berisi kritikan sosial dan mengandung humor. Tarian tersebut dilakukan secara berkelompok yang khusus dimainkan oleh kaum pria.

“Tariannya sangat bagus, saya tidak menyangka Makassar punya tarian humor sekeren ini, asli menghibur sekali,” ujar salah seorang peserta Rapimnas asal Kalimantan Timur, Yaumul.

Salah seorang peserta asal LDK Unit Kerohanian Mahasiswa Muslim (UKMM) Universitas Lampung (Unlam) Kalimantan Selatan, Rianty Yulandra juga mengaku bangga dengan kesenian makassar yang satu ini.

“Tarian orang makassar keren banget bakal jadi oleh-oleh cerita untuk teman-teman di kampus saya nanti,” katanya seraya mengangkat jempol.

Gandrang bulo sukses menyambut para tamu peserta Rapimnas Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) yang datang dari seluruh Indonesia.

Laporan | Epi Aresih (Mag)

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami