Mahasiswa Pertanyakan Eksistensi Keberadaan Fakultas Syariah

Facebook
Twitter
WhatsApp
Washilah – Pekan Syariah Nusantara (PSN) diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum (BEMFSH) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM). Dalam acaranya, mengadakan beberapa kegiatan, salah satunya, Konferensi Mahasiswa Syariah seindonesia, mengusung tema “Spirit Hukum Islam Dalam Konstitusi NKRI,” diselenggarakan di Auditorium Kampus II UINAM, Selasa 11/11/2014.
Khaidir Hasram Ketua BEMFSH dalam sambutannya mengatakan, ini dihadiri oleh tim delegasi dari 52 Universitas Islam indonesia, “Kita seperti seekor ayam yang kehilangan induk, jalan ke kiri ke kanan tidak tau arah,” jelasnya.  Itu kemudian ingin dipersatukan oleh teman-teman dari sini, FSH UINAM, sehingga mengundang teman-teman dari luar, selama tiga hari disini untuk mendiskusikan bagaimana eksistensi mahasiswa syariah kedepan.
Teramat banyak problem yang terjadi disekitar kita sekarang, mulai dari pendiskriminasian di institusi-institusi negara, permasalahan ritel yang sampai hari ini belum memiliki kejelasan? Itu harus kita perjuangkan. Kegiatan PSN ini hanyalah sebuah metode untuk kita berkumpul mendiskusikan itu. Tambahnya
Prof. Dr. H. Aminuddin Ilmar, SH., MH seorang guru besar tata negara Universitas Hasanuddin (Unhas), ketika di temui usai memberikan materi mengatakan, ini sangat baik karena menumbuhkan wawasan akademik yang kita harapkan. Banyak hal bisa didistribusikan, soal pemikiran, pemahaman tentang konsep syariah dalam perkembangan negara, itu saya kira memberi dorongan yang kuat.
Sebetulnya, mungkin kegiatan seperti ini juga menjadi wadah bertemunya sisi kepentingan-kepentingan yang selama ini kita harapkan bahwa mahasiswa itu lebih banyak demonstrasi, hura-hura, ternyata tidak. Justru wawasan akademik seperti ini, “saya kira itu akan jauh lebih kontribusi yang positif,” tambahnya.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami