Gelar Doktor Hasil Desertasi Peminangan Adat Kaili dalam Tinjauan Fikih

Facebook
Twitter
WhatsApp

H Hilal Mallarangan MHi, berhasil menyandang gelar Doktor dalam bidang Syari’ah/Hukum Islam, setelah berhasil lulus dan memperthankan desertasinya dalam promosi Doktor, yang dilaksanakan di Gedung Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kamis (03/01) lalu.

Lelaki kelahiran Luwuk 5 Mei 1965 silam itu, berhasil mempertahankan Desertasinya yang berjudul “Peminangan Adat Kaili dalam Tinjauan Fikih dan Kompilasi Hukum Islam (KHI) Indonesia” di depan tim penguji dan berhasil lulus dengan predikat Amat Baik.

Dalam promosi tersebut, bertindak sebagai ketua sidang, Rektor Uin Alauddin Makassar, Prof Dr H A Qadir Gassing HT MSi, yang juga bertindak sebagai penguji. Sementara promotor terdiri atas Prof Dr Hj A Rasdiyanah, Prof Dr H Musafir Pababbari M Si, Prof Dr H Baso Midong M Ag. Penguji internal Prof Dr H Minhajuddin MA, Prof Dr Sabrib Samin M Ag. Adapun penguji eksternal adalah Prof Dr Madisse MA.

Dalam desertasinya, ia memaparkan, bahwa dalam tradisi peminangan To Kaili mengenal adanya proses notatedala atau nomanu-manu, atau proses penjajakan “ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang anak gadis yang ingin di pinangnya, khususnya menyangkut apakah dia belum ataukah sudah dijodohkan dengan pria yang lain”ujarnya saat menjelaskan isi Desertasinya.

“tapi, Proses ini tidak diatur dalam literatur fikih maupun dictum KHI, namun secara psikologis, sosioligis, dan psikis kegiatan ini sangat positif bagi peminang ataupun yang dipinang” tambahnya.

Terkait pembatalan Pinangan, dalam desertasinya Hilal Mallarangan menjelaskan, adat to Kaili mendapatkan legitimasi dalam literature fikih, dalam KHI sanksi terhadap pihak yang membatalkan pinangan tidak diatur. Namun, KHI memberikan ruang atas pemberlakuan sanksi, asalkan tidak bertentangan dengan norma agama.

Diakhir sesi, bungsu dari sepuluh bersaudara, yang juga memiliki beberapa lagu ciptaan ini, sempat membawakan lagu ciptaannya sendiri mengenai UIN Alauddin atas permintaan ketua sidang.(Luqe)

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami