Jadi Tentor, Mahasiswa Matematika Berpenghasilan Delapan Juta Perbulan

Facebook
Twitter
WhatsApp


Jumat, 06 April 2012 | Suryani Musi
Halil Arianto
Washilah Online-Bekerja setulus hati menurut mahasiswa jurusan Matematika Fakultas Tarbiah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makasssar, akan menguntungkan dua kali lipat dari apa yang kita kira. Buktinya ia bisa berpenghadilan minimal delapan juta perbulan bukan lantaran ia bekerja dengan mematok harga katika mengajar sebagai tentor di mana-mana. Melainkan ketika bekerja dengan tulus, uang tersebut akan mengalir dengan sendirinya.
HALIL ARIANTO, atau biasa disapa Haliel Lahir di sebuah desa yang sangat jauh dari perkotaan yaitu Kaluarrang Kecamatan Bungaya tepatnya di Kabupaten Gowa pada tanggal 8 April tahun 1990.
 Ia dibesarkan dari sepasang suami istri pedagang dan ibu rumah tangga yang sederhana. Dari kedua orang tuannya lah ia belajar banyak arti bekerja keras.
Di kampungnya ketika ia kecil dulu, belum ada TK maka ia langsung memasuki jenjang pendidikan formal di SD Negeri Ulujangang pada tahun 1997 dan tamat pada tahun 2003. Tamat dari sana ia kemudian lanjut ke  Pesantren Modern Bahrul Ulum, Pallanggga Gowa dan selesai pada tahun 2006.
Di pesantren itulah ia kemudian banyak mencetak sejarah prestasi baik di tingkat Gowa, sampai ke mewakili Sulawesi Selatan ke tingkat nasional. Maulai dari lomba cerdas cermat yang tidak bisa terhitung lagi, lomba mengahafal, lomba Bahasa Inggris, lomba Nasyid, matematika dan bahasa Inggris sampai mewakili UIN ke Olimpiade Matematika ke tingkat Nasional dan juara Satu.
Sejak SD sampai sekarang Alhamdulillah saya sering menjuarai dalam berbagai lomba diantaranya seperti Juara 1 Lomba cerdas Cermat Tingkat SD sekecamatan bungaya pada tahun 2002, Juara 1 Lomba Dokter Kecil sekabupaten Gowa pada tahun 2003,Juara 2 Lomba baca puisi bahasa inggris Tingkat SD sekecamatan bungaya pada tahun 2002, Juara 1 Hafalan 1 juz  pada MTQ tingkat kecamatan dikabupaten Gowa pada tahun 2004, Juara 3 Hafalan 1 juz pada MTQ tingkat kabupaten Gowa pada tahun 2004, Juara 1 kaligrafi kategori naskah pada MTQ tingkat kecamatan pada tahun 2005, Juara 1 Fahmil Qur’an (Cerdas Cermat) pada MTQ tingkat kecamatan di kecamatan pallangga tahun 2006, juara 1 cerdas cermat tingkat kabupaten pada MTQ di kabupaten gowa tahun 2006 yang dilaksanakan di bajeng, juara 1 cerdas cermat tingkat provinsi pada MTQ yang dilaksanakan dienrekang pada tahun 2006, finalis cerdas cermat tingkat nasional mewakili SUL-SEL pada MTQ yang dilaksanakan di kendari pada tahun 2006, juara 1 lomba cerdas cermat tingkat kecamatan pada MTQ di pallangga pada tahun 2007, juara 1 lomba cerdas cermat tingkat kabupaten pada MTQ yang dilaksanakan di malino pada tahun 2007, juara 1 lomba cerdas cermat tingkat kecamatan pada MTQ yang dilaksanakan di kecamatan Bungaya pada tahun 2008, Juara 1 lomba nasyid antar kelas dipesantren bahrul ulum, juara 1 pidato bahasa inggris antar pesantren sekabupaten gowa, juara 2 lomba cipta puisi antar pesantren sekabupaten Gowa, juara 2 pembacaan kitab kuning antar pesantren sekabupaten gowa yang dilaksanakan di Malino, juara harapan 3 lomba Matematika-bhs inggris tingkat SMP/MTs sekota makassar dan sekitarnya yang dilaksanakan di MAN Model Makassar, menjadi finalis Olimpiade Kimia tingkat kabupaten yang dilaksanakan di SMA 1 Sungguminasa, Juara 1 lomba baca puisi antar pesantren sekabupaten gowa, juara 1 Tilawah pada Porseni dipesantren,”katanya.
 Karena keinginan orang tua menginginkannya menjadi seorang ulama maka ia tetap melanjutkan pendidikannya di pesantren tersebut  dan selesai pada tahun 2008,  dan  menjadi wisudawan terbaik di pesantren tersebut.
 
Sebelumnya ia menceritakan sehingga bisa bisa memilih UIN sebagai universitasnya berlabuh.
“Saya mendaftar di UIN dan mengambil jurusan pendidikan matematika saya mendaftar di Universitas Hasanuddin (Unhas), lulus di jurusan Kesehatan Masyarakat tapi jurusan itu saya tinggalkan dan mendaftar di Universitas Muhammmadiyah (Unismuh) dan mengambil jurusan Pendidikan Dokter tapi lagi-lagi jurusan itu saya tinggalkan karena belum sesuai dihati. Pilihan terakhir saya mendaftar di UIN dan mengambil jurusan pendidikan matematika, dan alhamdulillah pilihan itu tidak salah buatku mungkin karena berkat shalat istikharahku,”kata sosok yang ramah ini.
Di UIN ia kembali mencetak prestasi. Ia menjadi finalis pada olimpiade nasional  matematika (ON-MIPA) tingkat mahasiswa se indonesia pada tahun 2010 mewakili UIN, dan menjadi finalis olimpiade nasional matematika tingkat mahasiswa se indonesia pada tahun 2011.
Mulai sejak itu ia kemudian kebanjiran job untuk menjadi tentor matematika di mana-mana. Ia terobsesi menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lain.
“Semester 2 saya memberanikan diri untuk mendaftar disebuah lembaga privat yang ada dijalan kelapa tiga namanya Al-Fattah Private Course, selain itu juga saya mengajar di Sekolah Islam Al-Fityan Sungguminasa Gowa. Selain itu saya juga mengajar privat di beberapa rumah dan berkat kepercayaan orang maka tawaran untuk mengajar privat banyak sekali bahkan banyak privat yang saya cancel karena tidak bisa menghandel semuanya,”kata lelaki yang juga jago masak, dan menari ini.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami