Dekan Sainstek Orang Kampung Tapi Tidak Kampungan

Facebook
Twitter
WhatsApp

Laporan| Suryani Musi

Washilah Online- Dia adalah sosok yang baru-baru terangkat menjadi Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Namanya Dr Muh Khalifah Mustami M Pd. Anak yang dilahirkan dari orang tua yang berprofesi sebagai petani dia adalah salah satu anak desa yang sukses yang dulunya menjadi pengembala. Lahir di kampung kecil yang bernama Suppa di Pinrang.

Mungkin Khalifah kecil dulunya dia tidak mengira akan menjadi suatu saat dia akan menjadi pemegang estafet kepemimpinan di Fakultas Sains. Dia adalah pasangan ibu Hj Asia dan bapak H Mustami. Pasangan orang tua yang begitu dibanggakannya karena selalu mendapat apresiasi tinggi dari orang tuanya untuk mengembara mencari ilmu.
”Meskipun orang kampung, setidaknya saya tidak kampungan. Meskipun saya adalah anak kembala tapi setidaknya saya juga anak pengembara yang selalu mencari ilmu. Seperti pesan kedua orang tuaku,” katanya seraya tersenyum.

Namun, perjalannan hidupnya tidak pernah sia-sia. Berkat semboyang hidup yang tidak pernah dia lupakan, yakni tidak usah hidup bermasalah. Jika segalanya berjalan apa yang dicita-citakan maka akan seperti itulah nantinya.
Rahasia kesuksesannya adalah dia pantang mengerjai orang tuanya. Di tahu seperti apa sulitnya untuk mencarai uang. Dia tahu seperti apa susahnya sehingga dia bisa sekolah untuk menuntut ilmu. Namun, untuk meraih kesuksesan itu dia selalu membuat orang terkesan terhadapnya.

Untuk meringankan orang tuanya, mulai dari SI, S2, dan S3 dia selalu mendapatkan beasiswa prestasi. Namun, satu yang tidak dia bisa raih adalah dia tidak bisa masuk ke jurusan Kedokteran yang menjadi cita-citanya. Hasilnya, jadilah dia mahsiswa UIN (dulu masih IAIN) Alauddin Makassar jurusan Biologi.

Semester V dia telah menjadi pengurus senat institut. Dia juga menyatakan bahwa dia adalah alumni anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Dia menekankan dirinya alumni HMI karena selama jadi mahasiswa dia tidak terlalu seaktif mahasiswa sekarang pada HMI. Selain itu dia termasuk Wisudawan Terbaik II Fakutas Tarbiyah dan Terbaik 1 pada Jur.Tadris Biologi.

Karena termasuk orang yang ramah dan supel, dia memiliki banyak teman. Dari temannya itulah dia mengetahui pengumuman bahwa apa proyek yang memberikan beasiswa S2 URGE yang bekerja sama dengan Dikti dan Bank Dunia. Satu-satunya yang berhasil lolos se-Indonesia adalah dirinya. Besiswa itu di buka di dalam negeri. Yakni di IKIP Malang.

Selama 20 bulan Khalifah berhasil selesai dengan sukses. Tahun 2000 itu juga dia terangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ketika melihat ada pendaftaran dibuka di Fakultas tarbiah dengan syarat pndidikan minimal S2 Fisika, Kimia, atau Biologi maka lagi-lagi dia terjaring seorang diri. Maka mengajarlah dia di Formasi Ilmu Alamiah Dasar. Juga terpakai di UIN sebagai asisten Prof Dr Azhar Arsyad yang kala itu telah menjadi Rektor UIN tahun 2004 sekaligus menjabat sebagai `tentor di Gama College mata pelajaran Biologi.

Kembali dia mengukir sejarah di kampung orang dengan cara menjadi Wisudawan Terbaik 2 Program Doktor Pasca sarjana pada tahun 2007
Banyak prestasi-prestasi yang telah diukirnya dari segi akademik. Salah satunya adalah dia telah memiliki jurnal Internasional.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami