Akan Magang ke Komisi Yudisial Jakarta

Advertisement

Washilah Online – Tidak selamanya apa yang pernah terpikirkan sebelumnya atau yang kita rencanakan akan terwujud seiring dengan perjalannnya waktu dalam hal kesuksesan. Sukses merupaka perjalan diri berdasar peta sukses yang kita rencanakan sendiri dengan kesadaran kita saat itu. Seperti itulah yang dirasakan oleh Sarsil, mahasiswa jurusan Ilmu Hukum semester VI Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Selama hidupnya tak pernah terlintas daalm pikirannya sedikit pun bahwa kelak dia akan magang di Kantor Komisi Yudisial Jakarta hanya bermodalkan nekat pada hari itu.
Menurutnya, selama ini senior-seniornya hanya magang di Mahkama Agung atau di Mahkama Konstitusi.

Hari itu, hari ketika Sarsil memberanikan diri menginjakkan kaki di gedung Komisi Yudisial adalah hari yang seharusnya dia dan rombngannya dari jurusan Ilmu Hukum mengikuti pertemuan mahasiswa anti narkoba untuk audiens ke berbagai kementrian di Indonesia pada April 2011 lalu.

“Pada saat dari rumah (mes) Pemerintah kota di jalan Kemarat Kwitan menuju Badan Narkotika Nasional RI di jalan MT Haryono Jawa Timur, sebelum naik ke busway saya melihat gedung Komisi Yudiasial. Saat itu juga saya turun kemudian menuju gedung tersebut seorang diri dengan almamater yang melekat di badan,” kata Sarsil.

Masuk di dalam ruangan, Sarsil kemudian bertemu dengan Nita staf di bagian Yudisial langsung dia kemudian dipersilakan ke bagian umum untuk mempertanyakan prosedur untuk magang di KY. Dia diminta untuk mengajukan proposal objek penelitian supaya jelas orientasinya akan meneliti apa.

Sarsil tidak magang dengan sendirinya di sana. Dia ditemani oleh tiga sahabat karibnya yakni, A Muh Anas, Sufriaman, dan Agung Purwanto. Meski sebenarnya KY hanya membutuhkan hanya tiga orang, Sarsil meminta agar mereka berempat diikutkan.
Tanggal 24 Mei 2011 pukul 10.30 dia mendapatkan balasan fax persetujuan dari sana dan keempatnya diterima meski tidak ditempatkan pada pada departemen yang sama.
Menurut Sarsil, Dekan FSH menyambutnya dengan baik.

“Dekan merasa apresiasif terhadap usaha itu. Dan, rasanya saya juga sangat senang. Setidaknya nantinya adik-adik di belakang saya bisa mengikuti jejak saya,” katanya optimis.

Laporan | Suryani Musi

Advertisement

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*