Prof Dr. Qadir Gassing: “Niat Menjadi Rektor Sudah Saya Bicarakan Dengan Keluarga”

Facebook
Twitter
WhatsApp


Ditemui di ruangannya (Ruang Pembantu Rektor I) seusai pemilihan Rektor UIN, pada 24 Juni lalu, Prof Qadir Gassing merasa lega dan senang, setelah mengikuti prosesi pemilihan. Siang itu, Kandidat yang saat ini menjabat Pembantu Rektor I ini menerima banyak ucapan selamat, baik dari kalangan UIN Alauddin, maupun dari luar. Di awal pembicaraannya dengan kru washilah, mantan Dekan Fakultas Syariah ini menegaskan pentingnya peran lembaga pers untuk memberikan pencitraan UIN keluar. Untuk itu, pers mahasiswa, menurutnya harus diberdayakan.
Mengapa ingin menjadi Rektor? Bukankah prestasi yang telah dicapai saat ini sudah sangat banyak? Ini tidak hanya ditanyakan kawan-kawan pers. Pertanyaan ini juga dilontarkan oleh keluarganya. Namun, berangkat dari diskusi dengan beberapa guru besar dan mantan rektor, ia pun mampu meyakinkan keluarganya. “Saya pernah konsultasi dengan Alm. Prof Saleh Putuhena, dan beliau mendukung,” ungkap Guru Besar di bidang Syariah ini. Namun pertanyaan selanjutnya adalah, siapkah untuk kalah?
Prof Qadir Gassing, telah melakukan diskusi yang banyak dengan tokoh-tokoh kampus dan guru besar terkait visi-misinya sejak setahun lalu. Bahkan visi misi tersebut, dirumuskan bukan oleh ia seorang. Tapi hasil rembukan para guru besar, yang bersedia memberikan dukungan kepadanya. “Visi misi saya ini melalui pembicaraan dengan dosen dan guru besar,” ungkapnya. Membicarakan konsep kepemimpinan yang akan diterapkannya, Prof Qadir Gassing berprinsip, Mahasiswa tidak boleh diabaikan. Mahasiswa harus ikut berpartisipasi, karena mereka adalah bagian dari civitas kampus. Selain itu, model pendekatan kepada mahasiswa harus diubah. Menurutnya, selama ini birokrat selalu bersikaf konfrontatif terhadap mahasiswa. “Sudah saatnya kita hilangkan sikap kekerasan terhadap mahasiswa. Kita harus mengubah metode konfrontatif itu menjadi menjadi metode partisipatif. Maksudnya, kita bina mahasiswa dengan pendekatan pencerahan dan pencerdasan,” jelasnya.
Saat ditanyai tentang gambaran nama-nama Pembantu Rektornya, ia menjawab, belum ada pembicaraan tentang itu. Ia justru berpikir untuk terlebih dulu memikirkan program-program yang akan dilaksanakan, lalu mencari orang-orang yang tepat untuk menjalankan program tersebut. Dan program-program tersebut, berikut dengan visi misinya, akan ia proklamirkan pada hari pelantikannya.

  Berita Terkait

Pencarian Berita

Lihat Arsip Kami