Mahasiswa Sebagai Penggagas Perubahan

Oleh : Jusman

Sejak kapankah siklus ini ada?

Rezim takut dengan mahasiswa, pejabat kampus takut sama rezim, dosen takut sama pejabat kampus, mahasiswa takut sama dosen lalu bagaimana dengan jiwa kritis mahasiswa?

Apakah karena takut nilai rendah anda rela meninggalkan idealis anda? Coba tanyakan kepada dosen anda, mereka lebih senang anda takuti atau anda hormati.

Coba lihat betapa zalimnya rezim sekarang, taunya berutang, paksa kita bayar pajak, menggusur dan lain lain, apakah kita rida dengan keadaan ini?

Bukankah kehormatan itu lebih dari nilai yang bagus, dan kehormatan hanya ada pada orang yang memegang idealismenya bukan yang menggadaikannya.

Sejak kapan mahasiswa itu takut pada rezim, takut pada pejabat kampus, takut pada dosen. Kita sayang mereka, kita menghormati mereka oleh karenanya wajib bagi kita menasehati dan mengoreksinya agar kembali kepada jalan yang benar.

Kembalikan jati diri mahasiswa itu, turunlah ke jalan suarakan kebenaran, berhadapan langsung pada rezim yang tidak pro, tidak pro pada keadilan dan mengoreksinya saat melawan ketidakadilan adalah kewajiban yang insyaallah mendapatkan pahala besar dari Allah semesta alam. Sungguh tidak ada Perlawanan yang lebih menguntungkan dari pada melawan kezaliman.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) semester XI

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*