Konflik Internal Awal Pengeroyokan Mahasiswa

Sumber : Liputan 6

Washilah – Kontak fisik terjadi setelah berselisih paham sesama kader yang berasal dari lembaga eksternal Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar.

Buntut selisih paham pengeroyokan terhadap ketua HMI Komisariat FKIK,  merupakan konflik lanjutan dari internal HMI, di depan gedung sekretariat jurusan.

Ketua HMI Komisariat FKIK sekaligus negosiator Rachmat Saleh, mengungkapkan agar tidak memberi ruang kepada lembaga eksternal untuk melakukan sosialisasi kecuali HMI pada saat proses Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK).

“Di FKIK itu hijau hitam sangat besar, kami sepakat di wilayah itu, IMM harus dimatikan pergerakannya sesuai dengan pandangan senior-senior di keperawatan,” ucapnya.

Namun setelah dilakukan komitmen, Arjun dianggap melenceng dari rencana, karena kader IMM tetap diberi ruang melakukan sosialisasi pada saat PBAK tingkat jurusan.

Arjun menjelaskan alasan memberi ruang kepada kader IMM berangkat dari hasil kesepakatan panitia PBAK lembaga internal Jurusan Keperawatan

“Panitia PBAK sepakat bahwa semua organisasi ekstra di FKIK bisa melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Sementara, Rachmat tidak terima dengan adanya sosialisasi tersebut.

“Dengan penuh amarah saya mendatangi mereka dan mengangkat kera bajunya, karena merasa kecewa dengan kejadian tersebut,” tuturnya.

Arjun mengungkapkan salah seorang senior HMI Muh Faisal, ingin menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan dengan menemui Rachmat, namun hal tersebut membuatnya mendapat perlakuan yang tidakn baik.

“Faisal didorong dan ditarik kerah bajunya hingga kancing kemeja yang ia kenakan terlepas, bahkan hampir mendapatkan pukulan,” tandasnya.

Salah seorang saksi mata Muh Syahrul Safri, mengatakan kejadian tersebut terjadi pada pukul 16.30 Wita.

“Penyerangan dilakukan sekitar sembilan oknum mahasiswa Keperawatan usai rapat PBAK yang saat itu tengah berada di parkiran bersama korban,” ucapnya.

Akibat penyerangan itu Ketua HMI Komisariat FKIK mengalimi luka robek pada bagian kepala dan luka gores di bagian daun telinga, sampai saat ini, ia menuntut agar kasusnya tetap diusut tuntas oleh pihak kepolisisan.

“Yang jelas tuntutanku di Polsek, di Komdis sudah masuk dan tidak bakalan saya cabut,” jelasnya.

 

Penulis: Muhammad Fahrul Iras

Editor : St Nirmalasari

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*