“Tuturan Kalbu” Oleh Arni

Sumber: NusantaraNews

Hai.
Kami ketakutan.
Tanah kami terguncang.

Cendekiawan.
Ah, amanah dan pencitraan, sulit dibedakan sebagian.
Ya sebagian, sebagian besar.

Tanah yang kembali tergenggam.
Dari curahan keringat dan darah tuan tercinta.
Usai tertindas berabad lamanya.
Kini sorakan kebebasan, hanya nostalgia belaka.

Kami terhimpit dalam lubang luas.
Ledakan bom mulai bising.
Raga bungkam penuh was-was.
Cobaan atau karma.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester II

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*