Klarifikasi Dema FTK Soal Tudingan Pungli

Logo Dema FTK

Washilah – Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar mengklarifikasi tudingan Pungutan liar (Pungli) terhadap Mahasiswa Baru (Maba) tahun ajaran 2018/2019 melalui pembagian formulir seharga 10 ribu rupiah. Ketua Dema FTK, Amin Rais  mengatakan, pemberitaan media luar yang menuding pihaknya melakukan pungli tidak sesuai fakta di lapangan.

“Justru Map berisi formulir itu kami berikan secara gratis, tidak ada paksaan untuk membayar. Adik-adik Maba datang dan berkumpul di sekretariat Dema FTK untuk kami dampingi mengisi biodata,” terangnya. Selasa (07/08/2018)

Ia juga menambahkan, tentang nominal 10 ribu rupiah, pihaknya menerima dengan senang hati demi menyukseskan penyambutan Maba. Sebab, formulir yang menuai masalah itu berisi pendataan dan pengarahan bagi Maba dalam mengikuti agenda Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bulan September mendatang.

“Poin pentingnya adalah kami tidak memaksa, menolak, dan tidak menetapkan harga sama sekali,” jelasnya.

Sementara itu, Calon Mahasiswa Baru (Camaba) FTK Dwi Putri mengatakan, formulir yang dibagikan tanpa ada unsur pemaksaan.

“Kita ambil saja, kalau mau bayar, seikhasnya. Ada juga waktu itu bayar dua ribu rupiah, dan diberikan formulirnya,” ungkapnya saat diwawancarai via WhatsApp.

Senada dengan itu, Menteri Pendidikan Dema universitas, Andi Zulfahmi mengatakan, bicara pungli harus tahu arti sebenarnya.

“Sebelumnya saya ingin menegaskan pungli itu artinya tidak ada timbal balik apalagi ‘paksaan’. Kami melayani tanpa memaksa, kalau diberi Alhamdulillah, kalau tidak juga tak apa-apa,” ujarnya.

 

Penulis : Muhammad Junaedi

Editor : Desy Monoarfa

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*