Terkait UKT/BKT, Dema FAH Gelar Forum Dialog

Pemaparan materi terkait UKT/BKT dalam forum dialog Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Alauddin Makassar di Lecture Teatre (LT) FAH. Senin (02/07/2018)

Washilah – Dewan mahasiswa (Dema) Fakultas Adab Dan Humaniora (FAH) membuat forum pertemuan bersama pimpinan serta badan pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) membahas pendapat mahasiswa terkait Uang Kuliah Tunggal dan Biaya Kuliah Tunggal (UKT/BKT) di Lecture Teatre (LT) FAH. Senin (02/07/2018)

Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum FAH Dr Syamzan Syukur mengatakan bahwa UKT/BKT ini sangat menentukan untuk meningkatkan akreditasi.

“Kalau UKT/BKT kita tinggi maka prodi bisa dengan leluasa berinovasi, karena dengan anggaran yang banyak, prodi dapat melakukan kegiatan yang bisa meningkatkan akreditasi, dan para alumni akan mendapat keuntungan dari akreditasi A salah satunya, lulusan akan cepat terserap sesuai kebutuhan kerja, tapi kalau UKT/BKT kita rendah kita sulit berinovasi karena anggaran, kaitannya kesana jadi ada koneksinya, ” ujarnya.

Salah seorang peserta dialog yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengatakan bahwa dalam penerapan UKT/BKT terdapat banyak kejanggalan

“Banyak kejanggalan dalam penerapan UKT/BKT, salah satunya tidak adanya transparasi atas penerapan kebijakan tersebut,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Syamzan menegaskan bahwa sistem UKT/BKT yang diterapkan di perguruan tinggi telah diterangkan dalam peraturan nomor 55 tahun 2013 menteri pendidikan dan kebudayaan.

“Perguruan tinggi dan kami dipihak fakultas hanya menjalankan amanah dari undang-undang pendidikan tinggi, dan dipertegas oleh putusan menteri agama, bukan kami yang mengatur semuanya,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait penambahan kategori yang telah dipertegas dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 211 tahun 2018 tentang UKT pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) asas PMA berdasarkan forum wakil rektor II se PTKN Indonesia diperuntukkan untuk mahasiswa yang memiliki kelas ekonomi yang tinggi.

 

Penulis : Umar (Magang)

Editor : St Nirmalasari

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*