Aliansi Mahasiswa Syariah dan Hukum Tolak Kenaikan BBM Lewat Aksi

Aksi Demonstrasi aliansi mahasiswa Syariah dan Hukum terkait kenaikan BBM, di Kampus I, Jl Sultan Alauddin. Jumat (06/07/2018)

Washilah – Aliansi mahasiswa Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar gelar aksi demonstrasi di depan kampus I UIN Alauddin Makassar. Jumat (06/07/2018)

Ada tiga poin tuntutan terhadap kebijakan pemerintah yaitu, segera menstabilkan nilai rupiah, menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan mempermudah akses BBM bersubsidi (premium), dan memberhentikan pergusuran di Kolomprogo.

Koordinator Lapangan (Korlap) Satria mengatakan bahwa aksi tersebut sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat.

“Jangan mundur selangkah pun kawan-kawan karna aksi yang kita lakukan ini aksi yang terkonsolidasi untuk menutut kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat dan semakin mencekik rakyat dengan kebijakannya,” ucapnya.

Senada dengan itu salah seorang orator Aswin mengungkapkan bahwa pemerintah tidak berpihak sama rakyat dengan kebijakan yang baru ditetapkan.

“Jokowi-JK pada kampanyenya mengatakan tidak akan pernah menaikkan harga BBM tapi nyatanya saat sekarang ini Jokowi tetap menaikkan harga BBM, dan lebih parah lagi kenaikan tersebut kesannya dilakukan secara diam-diam tanpa sosialisasi,” ujarnya.

Lanjut ia menambahkan selain kenaikan BBM dan lemahnya nilai mata uang rupiah, ada pula terkait pergusuran lahan pembangunan bandara Kolomprogo yang kembali berlanjut, hal itu membuat banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

 

Penulis : Ahmadin (Magang)

Editor : St Nirmalasari

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*