Serba-serbi Lebaran : Penganan Wajib di Dua Wilayah Berbeda

Ekha Rahmadani

Oleh : Ekha Rahmadani

Suasana lebaran dan tradisi yang menyertainya adalah pembicaraan wajib oleh ibu-ibu sejuta umat, tak terkecuali soal hidangannya. Di Indonesia misalnya, lebaran tak lengkap tanpa ketupat dan opor ayam, penganan yang lumrah tersaji di meja makan saat momen kumpul keluarga.

Di Buton, selain ketupat, masyarakat membuat penganan yang terbuat dari beras dan santan dan disebut Lapa-lapa. Cara memasaknya membutuhkan waktu lama karena dimasak dua kali.

Beras akan di kukus terlebih dahulu lalu dicampur dengan santan. Setelah dibungkus dengan daun kelapa, Lapa-lapa akan kembali di kukus. Biasanya, penganan ini semakin enak jika di santap dengan ikan asin.

Jika di Buton Lapa-lapa menjadi makanan wajib saat lebaran, maka di Siwa Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan hanya ditemui saat perayaan atau hajatan. Warga setempat menyebut Lapa-lapa dengan sebutan Leppe-leppe. Tidak adanya Leppe-leppe saat lebaran dikarenakan penganan itu punya nilai filosofisnya.

Sebagian masyarakat di kedua wilayah tersebut memilih meninggalkan tradisi itu karena kecanggihan teknologi. Proses yang lama serta menguras energi menjadi salah satu faktornya. Selebihnya, untuk memelihara cita rasa yang khas, kita masih bisa menjumpai cara pembuatan yang masih tradisional.

Sebagai generasi muda, tidak ada salahnya kita juga belajar mewarisi keunikan dan cara membuat penganan khas daerah. Jangan sampai, hanya generasinya terputus sampai di orang tua atau pun nenek kita. Kalau bukan kita, siapa lagi?

 

*Penulis merupakan Mahasiswa jurusan Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik (FUFP) semester II

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*