“Lupa Akan Pemilik Kuasa” Oleh Milda mansyur

Internet

Pagi menyapa.

Embun yang masih basah.

Seakan ingin menyapa.

Tapi entah kepada siapa.

 

Saat ini kaki melangkah menuju suatu tempat yang sering diterpa.

Terpaan dari atas yang tak memandang tahta.

Hati selalu berkata namun lidah tak mampu berkata.

Seakan kau kunci dengan kata-kata.

 

Dimana hati nurani mu.

Kemarin kamu katakan kalau bumi itu indah.

Namun.

Saat ini kau hancurkan dengan begitu mudah.

 

Dimana hati nurani mu.

Kemarin kau katakan bahwa kita bersaudara.

Tapi saat ini kau tumpahkan darah.

Kau ingin melihat kami berlari tanpa arah.

 

Kami pun berlari tanpa arah.

Kau tunjukkan kepada kami betapa kuasanya kamu.

Dan lupa akan pemilik kuasa di atas yang kuasa.

 

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Biologi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) semester IV

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*