“Kepada Tuan” Oleh Indah Amaliah

Internet

Kepada tuan dengan mimpi.

Yang berhasil menarik simpati.

Jangan kau buat sepi.

Seonggok daging yang bernama hati.

 

Sebab lara mendekap bagai mimpi.

Melebur tawa menjadi basi.

Jika aksara kurangkai dengan rapi.

Bisakah kau kujadikan diksi?

 

Kepada tuan yang terbingkai.

Sedalam imaji.

Jangan kau abai.

Dengan maksud menguji.

 

Sebab rindu berkecamuk bagai api.

Membakar habis semangat hingga mati.

Bilamana doa ku rengkuh tiada tepi.

Bisakah semoga kudekap dalam pasti.

 

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Falak Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) semester II 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*