Harapan Pemilih Muda di Pilkada 2018

Nur Qalbina Rasak

Oleh : Nur Qalbina Rasak

Pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak telah dilaksanakan di 171 daerah, diantaranya 17 Provinsi, 115 Kabupaten, dan 39 kota.

Makassar provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) adalah salah satu daerah yang melaksanakan pilkada serentak 2018 dengan empat pasangan calon Gubernur dan calon tunggal untuk Wali Kota Makassar, Jika calon tunggal kalah dari kotak kosong maka akan kembali pilkada pada tahun 2020.

Pilkada ini merupakan salah satu momen untuk menentukan dan memilih pemimpin lima tahun kedepan dan pastinya selalu diwarnai dengan beragam harapan-harapan kedepannya.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu mendengar masyarakatnya, sehingga berada pada arah yang jelas untuk mencapai tujuan tersebut.

Mampu mengurangi kemiskinan dan terjadinya peningkatan pembangunan infrastruktur yaitu sarana dan prasana lebih memadai, ekonomi masyarakat juga berkembang, menjadikan kota Makassar dan Sulsel jadi Provinsi dan kota yang bersih.

Mampu mengalkulasi potensi apa yang ada di daerahnya untuk digali dan dikembangkan supaya rakyatnya itu sejahtera, adil, jujur, dan terbuka dengan sesama yang artinya, punya kepekaan sosial, memposisikan dan menempatkan diri bersama rakyat.

Masyarakat jangan terseret dalam arus kebencian usai pilkada, tetapi jadikan pilkada ini sebagai cara agar mengedepankan persatuan dan persaudaraan, jangan jadikan pilkada penyebab retaknya persaudaraan dan persatuan antar sesama.

Kemudian apabila pasangan calon kandidat tidak terpilih maka alangkah baiknya ia menerima dengan lapang hati dan tetap bisa memberikan yang terbaik buat daerahnya salah satunya yaitu dengan menaati segala peraturan yang ada.

Sedangkan pemimpin yang terpilih semoga amanah dan mampu membuktikan janji-janjinya, sehingga bisa menjadi sosok pemimpin yang bertanggung jawab dan mampu membawa daerahnya ke arah yang lebih baik, karena seperti kita ketahui bahwa kerusakan yang terjadi pada kalangan masyarakat, organisasi atau suatu lembaga itu biasanya diawali dengan rusaknya mentalitas dan moralitas pemimpinnya.

Harapan terakhir untuk pemimpin yang baru yaitu, betul-betul mampu kerja nyata dalam membangun dan memajukan daerah dalam berbagai bidang yang sesuai dengan peraturan Negara dan hukum Allah sehingga tercipta masyarakat yang aman, damai dan sejahtera.

 

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester II

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*