Dekan FDK Tanggapi Penyebaran Berita Hoax di Kalangan Dosen

Dr Abdul Rasyid Masri

Washilah – “Karena dosen adalah sosok yang sangat pro aktif dari setiap berita yang ada, terutama isu politik, boleh jadi dalam pengamatan dan responnya di medsos banyak yang keliru, dosen sebagai kalangan inteletual lebih bayak berpikir dengan nalarnya dari pada perasaannya,” ungkap Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Dr Abdul Rasyid Masri dalam menanggapi polemik penyebaran berita hoax di Kalangan Dosen. Minggu (10/06/2018)

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang dirilis di situs Sekretariat Kabinet 8 Juni 2018 lalu, terungkap bahwa di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), dosen menjadi kelompok terlapor paling banyak dalam polemik penyebaran ujaran kebencian dan berita palsu atau hoax di media sosial seperti Facebook dan Twitter.

Rasyid menyampaikan jika seorang dosen banyak yang kritis terhadap isu yang muncul di media sosial, sehingga tidak sedikit yang terjerat dengan berita hoax.

“Dosen banyak yang kritis dan ikut mengkritisi setiap isu yang muncul sehingga banyak pula yang terjebak dalam berita hoax sehingga banyak dilapor orang demikian dulu,” sambungnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, dosen minim pengetahuan tentang berita hoax sehingga tidak sedikit dosen cuma salin tempel dan mengirim ke berbagai media sosialnya.

“Sebenarnya mereka itu lebih pada minimnya pengetahuan dimana berita hoax sesungguhnya belum dia pastikan kebenarannya lalu copy paste, terus dia kirim ke berbagai medsos lainnya,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan salah satu cara untuk mengurangi penyebaran kebencian dan berita palsu di kalangan para dosen, seharusnya perlu ketelitian serta cermat dan selektif terhadap setiap berita, sosialisasi ke kampus dan seminar anti hoax di perguruan tinggi.

 

Penulis : Muhammad Junaedi

Editor : St Nirmalasari

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*