Dekan FDK Komentari Doktrin Terorisme di Kalangan Mahasiswa

Dekan FDK Dr Abdul Rasyid Masri M Pd M Si.
Washilah – Maraknya kasus terorisme dan upaya menangkal doktrin-doktrin radikalisme kepada orang Islam khususnya di kalangan mahasiswa membuat Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Dr Abdul Rasyid Masri M Pd berkomentar. Ia mengatakan, tidak ada bentuk radikalisme secara terang-terangan di kampus kita ini.
“Islam adalah agama mayoritas di Indonesia, sehingga semangatnya dalam berjihad selalu dimanfaatkan. Orang-orang Islam yang terlalu mudah menerima doktrin kemudian mencuci otak mereka sendiri untuk melawan Islam. Tapi kita tidak boleh takut apalagi membenci terorisme, malah kita harus berteman dengan mereka,” ungkapnya kepada reporter Washilah, Kamis (07/06/2018).
Ia menambahkan, bahwa mahasiswa Islam tidak boleh takut dan harus mampu menempatkan diri sebaik mungkin.
Menanggapi hal terkait, mahasiswa jurusan Manajemen Dakwah (MD) Junaedi menjelaskan, kita sebagai mahasiswa harus mampu meyakinkan masyarakat bahwa Islam adalah agama keselamatan, bukan agama yang mengajarkan kekerasan.
“Memang benar bahwa peran mahasiswa sangat diperlukan untuk kemudian menangkal radikalisme. Harusnya mahasiswa jangan terlalu mudah untuk ikut doktrin, sebab jihad tidak mesti dengan membunuh orang lain,” ujarnya.
Lanjut, Junaedi menambahkan, kita harus mampu berlaku adil dan bijak kepada semua orang, meskipun ada perbedaan paham dalam agama.
“Salah satunya dengan menegakkan gerakan dakwah untuk meyakinkan kembali masyarakat yang sudah terkontaminasi paham-paham radikal,” tutupnya.
Penulis: Nia Islamiah (Magang)
Editor: Desy Monoarfa

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*