“Bercak Hitam Di Matamu” Oleh Ahmad Al Qadri As

Internet

Seorang bertanya padaku tentang dirimu.

Ia bertanya tentang bagaimana keindahan kekasihmu.

Yang selalu kau sebutkan namanya itu.

 

Duhai sahabatku.

Demi Tuhan.

Dia adalah wanita.

Yang membuat malu matahari terbit di pagi hari.

 

Saat ia berjalan.

Niscaya dedaunan akan berbunyi.

Seraya bernyanyi.

Mengulang-ulang namanya.

 

Andai engkau melihatnya sahabatku.

Pipi bulatnya bagaikan kumpulan awan di pegunungan.

Yang sangat menyegarkan.

Matanya bagaikan bulan di puncak purnama di malam hari.

 

Bercak hitam di pinggiran matanya.

Adalah bintang yang sedang. bersembunyi karena takut di kucilkan oleh bintang di langit.

Akan keindahannya yang tiada tara.

 

Duhai sahabatku.

Demi Tuhan.

Andaikan engkau melihatnya.

Kau akan mengerti apa itu keindahan sebenarnya.

 

Demi tuhan sahabatku.

Niscaya engkau berhasil melihat.

Bercak indah dimatanya.

Kau akan lupa cara untuk melupakannya selamanya.

 

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester II

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*