“Bawa Pulang Rindu” Oleh Nia Islamiah

Internet

Suara merdu Ibu selalu menjadi alarm favorit ku ketika sahur.
Masakan Ibu selalu enak walau hanya tempe dan sayur.
Ayah selalu menjadi kaki untuk ku berjalan saat berpuasa.
Menguatkanku untuk tak segera berputus asa.

Rindu ku pecah.
Ketika ku sadari semua itu tak lagi di sini.
Jarak, aku tak kuasa.
Yang tercipta hanya rasa rindu tak terhenti.

Bisakah sejenak kita berdamai dulu.
Mengizinkan ku pulang membawa rindu.
Ayah Ibu ku sudah lama menunggu.
Kepulangan anaknya yang sibuk melulu.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) semester II

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*