Pendidikan dan Generasi-Nya

Oleh : Muh. Aswan Syahrin

Ujian Nasional merupakan momentum yang sangat…sangat… dan paling sangat ditunggu karena merupakan batu loncatan menuju ke jenjang selanjutnya ataupun sebaliknya. Coba refleksi, tiga tahun dari sekarang anda masuk sekolah dan hanya mengejar kapan akan ujian nasional.

Sebelum melangkah lebih jauh,  Pertama-tama dan paling utama penulis mengucapkan selamat dan Sukses kepada adik adik SMA/SMK Sederajat yang hari ini 03 Mei 2018 dinyatakan lulus mengikuti ujian nasional. Wetss, tapi jangan terlalu bahagia adik, tiga tahun yang lalu penulis juga pernah merasakan hal serupa dengan adik tepatnya tahun 2016, saat itu penulis almamater SMKN Model 3 Bulukumba.

Memang masa-masa sekolah adalah masa yang paling indah, nyaman, tenang karena masih minim pengetahuan tentang kebobrokan sistem pendidikan di Indonesia. Tapi saat anda masuk kuliah jangan kaget kalian akan mengetahui sesungguhnya, pendidikan itu seperti apa.

Mungkin saat ini kalian sudah berpusing pusing dan dilema akan kubawa kemana diriku ini. saya harus apa setelah pengumuman ujian Nasional, jawabannya mungkin masih dilema ada yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi,  abdi negara TNI/polri atau mungkin kalian langsung cari kerja ataupun lebih bagusnya untuk perempuan diresmikan melalui akad agar sah dimata tuhan dan keluarga.

Namun, dari pilihan tersebut kabanyakan memilih melanjutkan ke perguruan tinggi tapi tak sedikit juga yang memilih bekerja di pabrik bahkan ada yang lebih memilih mendaftarkan menjadi abdi negara yaitu TNI/Polisi agar hidupnya lebih baik karena sudah ada kejelasannya.

Sadarkah adik, saat ini sistem pendidikan hanya menjadi pabrik kemudian memproduksi sumber daya manusia untuk dipekerjakan dan minim akan keahlian.

Kemarin, tanggal 02 Mei 2018 kita memperingati hari pendidikan nasional, berbagai cara yang dilakukan oleh para penikmat pendidikan termasuk mahasiswa, ada yang melakukan demonstrasi ada juga yang melakukan diskusi dll, kebetulan penulis lebih memilih demonstrasi ikut bersama aliansi mahasiswa Makassar, pada aksi tersebut para demonstran menuntut undang undang Perguruan Tinggi Nomor 12 tahun 2012 agar direvisi.

Mungkin adik-adik yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi belum tahu esensi undang-undang tersebut. Berpikirlah matang-matang bagi yang melanjutkan ke perguruan tinggi anda akan diperhadapkan banyak masalah. Ingat dik pendidikan saat ini sudah jauh keluar, apa yang diharapkan orang tua menguliahkan anaknya di kampus baik negeri maupun swasta.

Melalui undang-undang tersebut kampus telah bersifat otonom, kebijakan yang diambil tidak sesuai dengan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dimana dalamnya mengatakan mencerdaskan bangsa.

Kita bisa saksikan sendiri banyak kampus yang telah mematikan sistem demokrasi. Kampus tidak lagi bertujuan insan akademik, pencipta tapi melainkan kampus menjadi lahan bisnis, akibat kapitalisasi pendidikan.

Bukannya penulis menakuti adik cuman penulis takut ketika anda masuk kampus pada akhirnya tergeletak.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik (FUFP) Politik semester IV 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*