“Senja Sebelum Kemerdekaan” Oleh Fathur Rahman

Internet

Masih hangat pada ingatan

Sore sebelum kemerdekaan kemarin

Saat serdadu itu mencoba merampas ia dariku

Saat merah jingganya mulai ditengggelamkan oleh waktu

 

Untung saja ia pulang

Memberi kabar hilangnya petang

Namun esok akan nampak lagi setelah perginya siang

 

Terdengar suara lonceng berbunyi

Pertanda petang akan tiba sesaat lagi

Namun serdadu itu selalu sigap mengawasi

Tak letih-letihnya ia berdiri tanpa hati

 

Angin berhembus kencang ke arah barat

Kupanjati dinding pedesaan berkawat

Melewati lorong-lorong tak bertuan

Tanpa sadar aku telah dikejar-kejar rasa ketakutan

 

Kutiba di tepi hutan

Dengan degup dada tak beraturan

Mulai terdengar tapak sepatu sih juragan

Di ikuti pula oleh serdadu-serdadu hartawan

 

Berlari memasuki rimba raya

Yang gelap tak berupa

Senyap pula suara dari belantara

Menembus senja dari ufuk khatulistiwa

 

*Penulis merupakan mahasiswa semester IV jurusan Ilmu Falak (IF) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*