“Durhaka untuk mendurhakai, itu Bukan Kartini” Oleh Andi Rini Sulistiani

Internet

Kartini di puluhan tahun lalu seorang pahlawan untuk memperjuangkan nasib perempuan pribumi.

Bukan, ini bukan sebuah kedurhakaan perempuan terhadap laki-laki, tapi sebuah perjuangan untuk berhenti membuat kedurhakaan laki-laki terhadap perempuan.

Tapi sekarang? Di zaman modern, bukan lagi melanjutkan perjuangan Kartini melainkan memancing untuk saling mendurhakai.

Kenapa? Lihat saja, pakaian membungkus tubuh wanita dengan eloknya, semua terbungkus tapi masih seperti telanjang.

Jangan salah, jangan marah ketika laki-laki mencoba mendurhakaimu dengan menjadikanmu imajinasi.

Karena wanita sendiri durhaka untuk memancing lelaki mendurhakaimu.

Ini bukan kesalahan tapi memang kesengajaan jangan berpura-pura karena sesungguhnya dirimu sudah diatur dalam surah An-Nur ayat 31.

Kartini berjuang untuk membuat pandangan bahwa “laki-laki dan perempuan itu sama.”

Jadi, berhenti untuk sesuatu hal yang merugikanmu, hargai Ibu Kartini untuk sebuah perjuangan bangsa yang lebih baik tak perlu jadi Ibu Kartini, cukup tanamkan Kartini di dirimu saja.

Selamat hari Kartini, mari jadi perempuan yang bisa berdiri di kaki sendiri bukan dengan hasutan halus yang membunuh harga diri.

*Penulis merupakan mahasiswi  semester VI jurusan Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*