Kajur IP : Pelarangan Memakai Cadar Tidak Mencerminkan Toleransi

Syarifuddin Jurdi

Washilah – Selama sepekan ini polemik larangan memakai cadar di UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta menjadi bahan perbincangan bagi sebagian akademisi dan kalangan muslim Indonesia.

Ketua Jurusan Ilmu Politik (IP) UIN Alauddin Makassar Syarifuddin Jurdi, mengungkapkan bahwa pelarangan memakai cadar di kampus merupakan tindakan yang tidak mencerminkan toleransi dan nilai kemanusiaan.

“Ini pilihan yang sangat dilematis bagi mahasiswi bercadar di kampus itu, terlepas sumber referensi atau dalil yang dipakai untuk melarang mereka itu kuat, namun tetap saja ini merupakan tindakan yang tidak mencerminkan toleransi dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Lanjut, ia juga menjelaskan bahwa orang yang bercadar merupakan kelompok minoritas yang tersisihkan di ruang publik, bahkan peran-peran orang bercadar telah termarginalkan dalam kehidupan publik.

Dalam pengambilan kebijakan banyak ahli agama yang memiliki referensi kitab yang mengkaji soal pelarangan bercadar di kampus secara mendalam dan tidak sampai pada satu keputusan, namun kelompok yang sedang menduduki posisi kekuasaan memandang kelompok yang berbeda dengan keyakinan teologisnya sebagai kelompok yang salah.

Kampus sejatinya menyediakan ruang perbedaan pandangan, sikap dan tingkah laku kepada semua warganya, sepanjang itu masih dalam batas yang dibenarkan oleh norma moral, etika, norma sosial dan norma hukum yang berlaku, kampus harus dihindarkan dari penetrasi kekuasaan politik, karena kampus area yang steril dari perebutan pengaruh antar elite politik, apalagi menjadi arena pertarungan kekuasaan.

Penulis : Muhammad Junaedi

Editor : St Nirmalasari

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*