Revitalisasi Dema-U, WR III : Saya Pertaruhkan Integritas

Para pembicara di Dialog bertajuk "Revitalisasi Dema Universitas" yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Informasi Mahasiswa (LIMA) di Warkop Radja, Jalan Mustafa Daeng Bunga pada Senin (15/01/2017).

Washilah – Dialog dan Bazar dengan tema “Revitalisasi Dema Universitas” yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Informasi Mahasiswa (LIMA) dihadiri WR Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UIN Alauddin Makassar di Warkop Radja Jalan Mustafa Daeng Bunga pada Senin (15/01/2017). Ia pun memberikan pernyataan tegas terkait pemilihan Dema Universitas pada Dialog tersebut.

WR Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Aisyah Kara yang hadir, juga menjadi salah seorang pembicara. Dua lainya adalah; Sekertaris Panitia Pemilihan Dr Nur Syamsiah dan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIN Alauddin periode 2012-2013, Taufiq Husaini.

Tema yang diangkat oleh UKM LIMA adalah Isu yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat kampus dan dilengkapi dengan narasumber yang berkompeten. hal tersebut menjadi daya tarik bagi aktivis mahasiswa untuk turut serta dalam dialog interaktif ini, sehingga ruangan digelarnya dialog penuh oleh mahasiswa.

WR Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Aisyah Kara memulai dialog dengan menyampaikan proses pengaktifan Dema Universitas, melalui tahapan yang sangat panjang dan berdasarkan hasil Rapat Pimpinan (Rapim), pada Kamis (07/01/2018) lalu, memutuskan pengaktifan kembali Presiden Mahasiswa.

“Tahun 2015 saya ingin Dema diadakan, tapi ditolak. Selanjutnya pada tahun 2016, Pak Rektor mempercayakan kepada saya keputusan ini, namun tak mau salah langkah, setelah melakukan sholat istikharah, saya menyatakan belum siap dengan segala konsekuensinya. Barulah tahun ini, berdasarkan hasil Rapim, Dema Universitas diaktifkan setelah empat tahun pembekuan,” tuturnya.

Dosen Fakultas Syari’ah dan Hukum (FSH) ini juga mengaku, bahwa Rektor pernah menanyakan kesiapannya untuk mengaktifkan kembali Dema Universitas. Dengan berbagai pertimbangan, Ia menyatakan siap dengan segala risiko.

“Apapun risikonya saya akan tanggung dengan mempertaruhkan Integritas sebagai Wakil Rektor yang bertanggung jawab atas semua mahasiswa UIN,” tegasnya.

Pada saat sesi tanya jawab dibuka, ada lima mahasiswa yang memberi pertanyaan, salah satu diantaranya, Kaffi Lakepah, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Kaffi beranggapan, Pengaktifan Dema Universitas untuk kepentingan Pemilihan Rektor (Pilrek) nanti, namun anggapan tersebut langsung ditepis oleh perempuan yang akrab dengan sapaan Bunda ini.

Menurutnya, hal ini tidak ada kaitannya dengan Pilrek pada tahun 2019 mendatang, Ia menegaskan, pengaktifan Dema Universitas berangkat dari niat yang tulus dengan harapan dapat melahirkan seorang figur pemimpin.

“Sedikit pun, tidak ada tendensi politik atau kepentingan pribadi, karena saya pernah menjadi aktivis mahasiswa, yang memahami betul keinginan mahasiswa. Saya hanya ingin Dema Universitas itu ada dengan meninggalkan bibit-bibit pemimpin sebelum masa jabatan sebagai Wakil Rektor berakhir tahun depan,” tutupnya.

Terkait proses penyelenggaraan Pemilma, Dr Nur Syamsiah selaku Sekertaris Panitia Pemilihan mengatakan bahwa hanya tinggal menunggu mahasiswa untuk mengambil formulir pendaftaran.

“Semuanya sudah siap, tinggal menunggu mahasiswa yang mau mencalonkan, namun sampai sekarang belum ada yang mendaftar,” katanya pada Senin (15/01/2017).

Saat ditanya cara mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik oleh mahasiswa, WD Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) ini beranggapan, jika birokrasi tidak terlalu ikut campur, maka semuanya akan terkendali.

“Yang terpenting birokrasi tidak bermain didalamnya,” singkatnya.

Selain itu, Taufiq Husaini, alumni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Koordinasi (Badko) HMI Sulawesi Selatan dan Barat mengak, kehadiran Dema Universitas sangat dibutuhkan oleh setiap kampus, terkhusus di UIN Alauddin Makassar yang belum melahirkan generasi setelahnya selama empat tahun terakhir.

“Lahirnya ruang-ruang konsolidasi gerakan, menghilangkan sekat antar fakultas serta memberikan gagasan baru adalah tugas dari Dema Universitas dengan tujuan membawa nama UIN lebih baik,” ungkapnya.

Penulis: Sahi Al-Qadri
Editor: Erlangga Rokadi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*