Puisi “Luka” Oleh Ardi

Ilustrasi | Bintang.com

Tatapan sinis penuh amarah.
Bentakan kaki hilang arah.
Melambai-lambai dalam kasmaran.
Untuk sahabat yang hilang arah.

Pedih, perih duduk termenung.
Menunggu mentari untuk hilang.
Jika esok ku menghilang.
Jangan sesali yang kau lakukan.

Kau berjalan dengan dua kaki.
Di atas bumi yang terus berotasi.
Mana kala ku telah pergi.
Carilah aku di setiap mimpi.

Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Semester III

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*