Puisi “Celoteh Sampah” Oleh Jamaluddin

Ilutrasi | Republika

Kala dingin menemani,
Panas membakar rongga tubuhku.
Debu seakan enggan tuk berpaling.
Tak bergegas menjauh dari duniaku yang suram.

Jika kau dapati sehelai plastik tak bertuah,
Kusam dan dipenuhi jamur,
Palingkanlah pandanganmu walau hanya untuk sekedar menyapaku.

Ku tahu diri ini memang hina.
Tak perlu ku bercerita tentangku.
Ada saat kau menghampiri dan menarikku.
Lalu terbuang jauh dalam tong sampah jalanan.

Kebencianku terhadap engkau akan terasa.
Seiring angin yang terus membawa aroma dan rasa kekecewaan.
Menghantui jiwa dan ragamu dalam setiap detik.
Dan mencekik nafas yang berhembus.

Pahamilah akan arti diriku,
Meski ku tak lagi berarti.
Dan bila ku harus terbuang,
Tempatkanlah daku sebagaimana mestinya.
Agar engkau tak mencerca diriku,
Karena kau anggap aku hanyalah perusak halamanmu yang indah.

Terbakar lebih baik, basah tak apa,
Asalkan kau tidak membodohiku dengan menciptakanku.
Hanya untuk kau hina dan serba salah dimatamu.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Semester V

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*