Satpam UIN Bantah Ada Kekerasan Fisik Terhadap Mahasiswa FKIK

Suasana bentrok antara mahasiswa dan aparat kampus di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Senin (09/10/2017)

Washilah – Kisruh pemukulan mahasiswa oleh oknum Satuan Pengamanan (Satpam) UIN Alauddin Makassar, viral di dunia maya. Pemukulan mahasiswa berawal dari masalah keran air yang rusak akibat demonstrasi yang menuntut WD Bidang Kemahasiswaan FKIK turun dari jabatannya. Senin (09/10/2017)

Di kutip dari laman go.sul-sel.com. Syarifuddin selaku Kordinator Satpam UIN Alauddin Makassar, menegaskan bahwa tidak ada kontak fisik yang dilakukan.

“Tidak ada kontak fisik kepada mahasiswa itu, saya tidak mungkin memukul mahasiswa sedangkan di depan saya ada guru besar UIN, meskipun tidak ada guru besar saya tidak berhak untuk memukul anak orang,” tegasnya saat ditemui di gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar.

Syarif juga menegaskan, jika ada bukti fisik kekerasan yang ia lakukan, dirinya akan bertanggung jawab dengan membawa mahasiswa tersebut ke rumah sakit, bahkan ke pihak berwajib untuk klarifikasi.

“Saya sempat menariknya karena saya mau tanya apa alasannya cekik saya dari belakang, tapi dia malah lari ke belakang Fakultas Dakwah,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata Syarif saat diwawancarai oleh Reporter Washilah, bahwa sejak awal pihaknya tidak menginginkan hal tersebut, mereka ingin ada titik temu dari semua permasalahan yang terjadi di kampus.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua HMJ Keperawatan Syahrul yang juga merupakan Koodinator Mimbar.

“Staf fakultas turun dan menuduh kami yg merusak, kemudian dia pukul junior saya dua kali di bagian kepala, dan sepengetahuan saya Satpam saat itu hanya sebagai pelerai Aksi pemukulan tersebut,” tegasnya saat ditemui di Sekretariat HMJ Keperawatan.

Penulis : Andi Rini Sulestiani (Magang)
Editor: Erlangga Rokadi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*