Puisi “Nelayan Tua” Oleh Rahimun

Ilustrasi | Pacitannews.com

Nelayan tua, engkau penakluk ombak menantang maut.
Demi mendapat sekeranjang penghuni laut yang sangat berharga.

Nelayan tua yang tak penah mengenal lelah, tak pernah ucap rasa takut akan amukan badai laut.
Demi sebuah harapan, pulang membawa penyambung nyawa keluarga.

Nelayan tua, kini tubuhmu mulai merunduk.
Fisik mu mulai tampakan rasa lelah, namun engkau melawan karena sebuah rasa tanggung jawab hidup untuk anak dan keluarga.

Nelayan tua, engkau hanya punya kegigihan dan semangat, sebab engkau tahu di peraduan sana ada yang senantiasa menunggu dan berdo’a untuk keselamatanmu.

Nelayan tua yang hanya berharap ketika ia pulang disuguhi senyum ikhlas.
Hanya itu yang membuatnya bahagia.
Nelayan tua sang penakluk lautan.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Politik Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Ilmu Politik (FUFIP) semester V

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*