Penerapan Kode Etik Mahasiswa Dianggap Tak Seimbang

Sahi Al-Qadri sebagai pemateri dalam Sosialisasi Kode Etik sedang memaparkan materinya yang dilaksanakan di Lecture Theater (LT) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK). Rabu (18/10/2017).

Washilah – Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Alauddin Makassar menggelar Dialog Sosialisasi Kode Etik dan Motivasi Belajar Mahasiswa yang bertajuk, “Terbinanya Kepribadian Mahasiswa, Kritis, dan Idealis”. Kegiatan ini berlangsung di Lecture Theater (LT) FTK. Rabu (18/10/2017).

Pemateri dalam kegiatan ini, Sahi Al-Qadri menjelaskan, penerapan kode etik di UIN Alauddin Makassar kurang seimbang dalam melakukan penindakan antar mahasiswa.

“Contoh kasus, ada mahasiswa dikritik menyoal rambut gondrongnya dan berujung pada pelarangan mengikuti perkuliahan. Kemudian disatu sisi, ada mahasiswa yang berpakaian ketat, namun terkadang luput dari penindakan tenaga pengajar terkait. Seharusnya, perlu ada keseimbangan dari penindakan seperti ini,” ungkapnya.

Selain itu, mahasiswa yang beraktivitas di organisasi Islam ini juga menjelaskan, kode etik menjadi acuan penting untuk mempermudah jalannya kegiatan akademik. Menurutnya, panduan buku saku yang dibagikan kepada mahasiswa bertujuan agar setiap mahasiswa memahami segala hal yang dianjurkan dan dilarang.

“Saya pikir sangat sederhana, selama kode etik yang tertulis jelas dalam buku saku dijalankan dengan baik oleh mahasiswa, maka tak ada alasan birokrasi ataupun tenaga pengajar untuk menghambat kegiatan akademik dari mahasiswa,” tutup mahasiswa yang juga merupakan Pimpinan Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Informasi Mahasiswa Alauddin (LIMA) ini.

Penulis: Muhammad Junaedi (Magang)
Editor: Erlangga Rokadi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*