Mahasiswa FUFIP Jadikan Balai-balai sebagai Tempat Perkuliahan

Suasana perkuliahan mahasiswa Jurusan Ilmu Aqidah Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Ilmu Politik (FUFP) UIN Alauddin Makassar di balai-balai FUFIP. Kamis (12/10/2017).

Washilah – Keberadaan Balai-balai bagi mahasiswa dan dosen nyatanya sangat bermanfaat dalam proses belajar mengajar. Hal ini terbukti saat mahasiswa Jurusan Ilmu Aqidah Fakultas Ushuluddin Filsafat dan Ilmu Politik (FUFP) UIN Alauddin Makassar melaksanakan perkuliahan mereka di balai-balai yang terletak di sisi belakang FUFIP. Kamis (12/10/2017)

Mahasiswa ini menjadikan balai-balai sebagai tempat alternatif proses belajar mengajar karena ruang perkuliahan yang ada di fakultas full.

“Selain digunakan sebagai tempat perkuliahan pada saat ruangan terpakai semua, bale-bale ini juga menjadi tempat berdiskusi dan kajian,” ungkap Awal Juli mahasiswa jurusan Ilmu Aqidah semester lima ini.

Sebelumnya, pada bulan Mei lalu, sejumlah balai-balai yang ada di Kampus II UIN Alauddin Makassar, dibakar oleh pihak kampus dengan alasan ilegal dan tidak diperkenakan berada dalam kampus.

Namun Awal menegaskan, pembuatan balai-balai tersebut adalah bentuk aktualisasi UUD 1945 pasal 28 E ayat 3, bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.

“Kita butuh ruang, makanya balai-balai sebagai tempat kita berkumpul dengan orientasi yang positif, dan semoga saja pembakaran atau pelarangan membuat balai-balai tidak terulang lagi” ucapnya.

Sementara Dr Sabara Nuruddin, Dosen yang membawakan mata kuliah saat itu mengatakan, perkuliahan ini atas permintaan mahasiswa Ilmu Aqidah.

“Ini permintaan mahasiswa Ilmu Aqidah, karena ruangan terpakai semua, makanya kita adakan perkuliahan di balai-balai,” singkatnya.

Penulis: Muhammad Fahrul Iras (Magang)
Editor: Erlangga Rokadi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*